Sukses

Bercak Putih Pada Paha dan Betis Yang Kadang Gatal

05 Sep 2017, 17:05 WIB
Wanita, 53 tahun.

Saya ingin tanya dok, 2 bulan yang lalu di area lengan, paha dan betis saya timbul bercak-bercak putih seperti panu, tidak nyeri tidak terasa gatal. Bercak putihnya halus, tidak timbul. Namun ketika saya memakai celana Jeans, akan terasa gatal. Ketika bercaknya saya garuk, bercak tersebut semakin memutih seperti kulit kering yang digaruk. Jadi apakah dokter dapat mendiagnosa apa penyakit saya ini dok? dan apa solusinya dok, dan apa obatnya? terima kasih dokter

Terima kasih telah bertanya seputar panu melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mohon maaf atas keterlambatan jawaban kami. Saudari yang terhormat, sebelumnya kami jelaskan terlebih dahulu bahwa kelainan pada kulit idealnya ditegakkan dengan cara pemeriksaan fisik secara langsung. Namun kami akan coba menjelaskan berdasarkan keluhan yang Anda sebutkan. Alergi mungkin saja terjadi, namun gejala berupa gatal pada alergi akan hilang begitu kontak dengan penyebab alergi menghilang dan kelainan kulit pada penderita alergi biasanya berupa radang, kemerahan, berbentuk tegas dan hangat pada perabaan. Dari gejala yang telah disebutkan, dimana terkadang gatal disertai kelainan kulit berupa bercak keputihan, kelainan pun menetap, kami berasumsi kelainan tersebut ialah infeksi jamur M. furfur penyebab panu.

Panu atau pitiriasis versikolor adalah infeksi ringan yang sering terjadi disebabkan oleh Malasezia furfur. Penyakit jamur kulit ini adalah penyakit koronis yang ditandai oleh bercak putih sampai coklat yang bersisik. Kelainan ini umumnya menyerang badan dan kadang- kadang terlihat di ketiak, sela paha,tungkai atas, leher, muka dan kulit kepala. Nama lainnya adalah tinea versikolor atau panu.

Kelainan kulit pitiriasis versikolor ditemukan terutama di punggung, dada, leher dan lengan walaupun dapat terjadi di bagian tubuh lain. Pada anak-anak, terkadang dapat timbul di daerah wajah. Timbul bercak putih atau kecoklatan yang kadang-kadang gatal bila berkeringat. Bisa pula tanpa keluhan gatal sama sekali, tetapi penderita mengeluh karena malu oleh adanya bercak tersebut. Pada orang kulit berwarna, kelainan yang terjadi tampak sebagai bercak hipopigmentasi (warna kulit lebih terang dibanding kulit sekitarnya), tetapi pada orang yang berkulit pucat maka kelainan bisa berwarna kecoklatan ataupun kemerahan. Di atas kelainan kulit tersebut terdapat skuama (sisik halus).

Pengobatan harus dilakukan menyeluruh, tekun dan konsisten. Kebanyakan pengobatan akan menghilangkan bukti infeksi aktif (skuama) dalam waktu beberapa hari, tetapi untuk menjamin pengobatan yang tuntas pengobatan ketat ini harus dilanjutkan beberapa minggu. Perubahan pigmen lebih lambat hilangnya. Daerah hipopigmentasi belum akan tampak normal sampai daerah itu menjadi coklat kembali. Sesudah terkena sinar matahari lebih lama daerah-daerah yang hipopigmentasi akan coklat kembali. Meskipun terapi nampak sudah cukup, bila kambuh atau kena infeksi lagi merupakan hal biasa, tetapi selalu ada respon terhadap pengobatan kembali. Jika Anda mudah berkeringat, Anda harus segera mengganti pakaian yang basah agar tidak semakin lembab dan memperbanyak jamur di kulit.

Obat-obat anti jamur yang dapat menolong misalnya salep whitfield, salep salisil sulfur, salisil spiritus, tiosulfatnatrikus (25%). Obat-obat baru seperti selenium sulfida 2% dalam shampo, derivate imidasol seperti ketokonasol, isokonasol, toksilat dalam bentuk krim atau larutan dengan konsentrasi 1-2% sangat berkhasiat baik. Sabun yang mengandung sulfur atau belerang bisa membantu mengurangi keluhan Anda, karena kandungan mineral yang tinggi pada belerang dapat sebagai anti jamur.

Mohon maaf kami hanya dapat memberikan informasi kesehatan saja dan tidak dapat memberikan dosis obat dalam hal ini dikarenakan dalam memberikan terapi diperlukan anamnesa lengkap secara langsung dan pemeriksaan fisik. Oleh karena itu kami menyarankan agar Anda dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk penanganan lebih lanjut. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai panu. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat. 

0 Komentar

Belum ada komentar