Sukses

Efek Samping Obat Bius

04 Sep 2017, 10:23 WIB
Pria, 23 tahun.

Apakah obat bius memiliki dampak negatif bagi pemakainya?

Terimakasih anda telah bertanya seputar Obat Bius pada fitur Tanya Dokter

Apakah yang anda maksud degan obat bius? apakah obat bius total? lokal? ataukah spinal/epidural ?


Pembiusan total atau anestesi umum (general anesthesia) untuk operasi
dengan menggunakan beberapa obat anestesia tertentu, umumnya memiliki 4 stadium:
– Stadium I, ditandai dengan hilangnya rasa nyeri (analgesia) hingga hilangnya kesadaran.
– Stadium II, ditandai dengan kondisi delirium, eksitasi atau
hiperrefleks. Dimulai dari hilangnya kesadaran dan refleks bulu mata
hingga pernafasan kembali teratur. Stadium II ini berpotensi menyebabkan
kematian jika dibiarkan berkepanjangan (diantaranya karena bisa terjadi
henti nafas), dan harus segera dilewati.
– Stadium III, ditandai dengan pernafasan yang kembali teratur hingga
pernafasan spontan hilang,dan ketegangan otot menurun/lemas. Stadium
ini dapat dibagi lagi menjadi 4 bagian (plana), dengan bagian ke 2
merupakan kondisi ideal untuk pembedahan, dan yang ke 4 berpotensi untuk
fatal akibat lumpuhnya otot-otot antar tulang rusuk, hingga pernafasan
menjadi lemah dan tidak teratur.
– Stadium IV, pernafasan semakin lemah, tekanan darah tidak dapat
terukur, denyut jantung berhenti, dan akhirnya berujung pada kematian.
Kondisi fatal diatas dapat terjadi jika anestesi terlalu dalam,
misalnya karena dosis obat yang tidak tepat, atau pengawasan tidak
dilakukan dengan baik selama proses anestesi dan saat pembedahan
berlangsung. Meskipun demikian, dewasa ini fatalitas semakin
minimal,karena peralatan, ilmu dan persiapan sudah semakin baik dan
canggih.

Ada beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah pemberian anestesi spinal dan epidural. Di antaranya:

- Tekanan darah rendah

Merupakan efek samping yang paling sering terjadi. Hal
ini terjadi karena persarafan pembuluh darah ikut terpengaruh oleh obat
anestesi. Akibatnya pembuluh darah melebar dan tekanan darah menjadi turun. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya rasa melayang atau mual.

- Nyeri dan rasa tidak nyaman saat disuntik

Pada orang tertentu, anestesi regional dapat sulit
dilakukan atau obat tidak tersebar merata. Jika hal ini terjadi, bukan
tidak mungkin prosedur harus diulang atau diganti dengan prosedur
anestesi lain sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman. Jika
Anda merasakan nyeri tajam saat disuntik, segera beritahukan dokter agar
ia dapat mengubah posisi jarum.

- Mengompol atau malah sulit buang air kecil

Setelah diberikan anestesi epidural atau spinal, Anda
akan sulit mengendalikan kandung kemih. Pada pria, Anda dapat jadi sulit
untuk buang air kecil. Sedangkan pada wanita, rasa ingin buang air
kecil dapat menghilang sehingga timbul mengompol. Tidak heran jika
dokter perlu memasang kateter pada saluran kencing Anda. Jangan kuatir,
efek ini hanya sementara. Kemampuan Anda untuk menahan dan mengeluarkan
urine akan kembali segera setelah efek obat anestesinya habis.

- Gatal-gatal

Kombinasi antara obat anestesi spinal dengan obat anti
nyeri tertentu dapat menimbulkan rasa gatal di kulit. Jika hal ini
terjadi, segera beritahukan perawat atau dokter.

- Mual

Meski lebih sering terjadi pada bius umum, kadang-kadang mual juga dapat terjadi pada anestesi spinal.

- Sakit kepala

Sakit kepala dapat terjadi setelah anestesi spinal. Meski
demikian, perlu diingat bahwa penyebab sakit kepala dapat
bermacam-macam, termasuk stress menghadapi operasi, dehidrasi, atau
operasinya sendiri. Sakit kepala ini biasanya akan hilang dalam beberapa
jam dan dapat diobati dengan obat pereda nyeri.

Sedangkan apabila bius lokal, efek pembiusan hanya disekitar lokasi yang dituju saja, maka efek samping yang dapat terjadi berupa alergi, nyeri di lokasi suntikan, dsb

Demikian informasi ini kami sampaikan seputar obat bius, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar