Sukses

Maladaptive Daydreaming

31 Aug 2017, 18:50 WIB
Wanita, 18 tahun.

dok, saya mau bertanya. saya selalu mengkhayal dan terkadang bergerak ke sana kemari serta biasanya berbicara sendiri. saya menuangkan khayalan saya ke sebuah cerita. dan biasanya saat saya sendiri di rumah, saya mengkhayal, saat itu juga, saya merasa seperti dalam khayalan saya sendiri, tapi Ketika ibu saya datang dan melihat saya sedang bergerak seperti dalam khayalan saya, saya menjadi malu dan berusaha mencari alasan tertentu agar ibu saya tidak menganggap saya aneh. pernah saya baca buku perpustakaan tentang psikologis, disana saya melihat Maladaptive Daydream yang berciri-ciri seperti yang saya alami tadi. apakah saya benar jika saya pengidap Maladaptive Daydreaming? Terima kasih :).

Terima kasih telah bertanya mengenai maladaptive daydreaming melalui fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Namun berkhayal bukan meruapakan salah satu gejala dari gangguan mental.

Berdasarkan perhitungan para peneliti dari Harvard University, sebagian besar orang mampu menghabiskan setengah dari waktu kerja untuk membayangkan masa depan atau melamunkan peristiwa yang telah lewat. Para psikolog yang turut ambil bagian dalam riset tersebut mengungkapkan bahwa waktu berkhayal tidak hanya mengganggu jam kerja, akan tetapi juga berpotensi menjadikan seseorang cenderung tidak bahagia.

Acapkali dan tanpa disadari, bahkan dengan sukarela, seseorang melakukan aktivitas berkhayal pada saat mendengarkan musik, bekerja, beristirahat, atau duduk di depan layar komputer. Namun, pada saat melakukan aktivitas menonton televisi, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan rumah justru membawa dampak tersendiri bagi aktivitas otak. Penilaian kebahagiaan tertinggi yang dirasakan oleh seseorang terjadi pada saat orang tengah melakukan interaksi aktif dengan teman-teman. 

Maladaptive daydreaming memang dikaitkan dengan kondisi suka berkhayal, dan melakukan gerakan gerakan sesuai dengan khayalannya. Akan tetapi  masih ada perbedaan pendapat tentang kondisi ini. Dalam pedoman gangguan mental terbaru, kelainan ini dihapuskan karena dianggapkan bukan "penyakit" sesungguhnya. Sebagian Ahli beranggapan bisa saja berhubungan dengan gangguan. Hal yang penting dijawab adalah, apakah berkhayal mengganggu pekerjaan Anda sehari-hari? Bila Ada gangguan dalam bekerja, maka hal ini berarti masalah dan Anda lebih baik mencari pertolongan psikolog atau dokter spesialis kesehatan jiwa.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai maladaptive daydreaming, semoga informasi ini bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar