Sukses

Apa itu TB MDR?
31 Aug 2017, 13:51 WIB
Wanita, 21 tahun.

Saya tidak pernah batuk tapi tiba-tiba ketika saya meludah ada sedikit darah, makin lama makin banyak, dan smuanya darah, saya harus meludah atau di batukkan untuk mengeluarkan darahnya, semuanya darah segar tanpa air liur, akhirnya saya memutuskan ke dokter dan saya di rontgen, hasilnya saya terkena pneumonia. Sekitar 2 tahun kemudian, gejalanya kambuh, saya hanya ke dokter dan dokter tidak bisa mendiagnosis apa2 karena bingung, saya disuruh kembali ke RS jika 3 hari diberi obat masih belum sembuh, kemudian saya sembuh dalam 2hari, stengah tahun kemudian saya kambuh, dan meminum obat yang sama tanpa berobat dan akhirnya sembuh, akhirnya kambuh lagi tetapi ini parah dan saya ke rumah sakit, saya dirawat, saya menderita penyakit TB paru. Setiap kambuh pasti gejalanya sama tapi tidak pernah sesuai dengan gejala penderita TB. Saya tidak pernah demam, flu atau batuk, pusing dsb. Bahkan saat dirawat pun seperti orang sehat. Apakah dari awal memang saya terkena TB?? Sekarang sudah menjalani pengobatan TB selama 2 bulan, apakah saya terkena TB MDR?? Terima kasih.

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah bertanya seputar TB MDR melalui fitur tanya dokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Pertama perlu terlebih dahulu dimengerti apakah yang dimaksud dengan TB MDR tersebut.

Multi drug resistant tuberculosis (MDR-TB) atau TB MDR adalah TB resistan obat terhadap minimal 2 (dua) obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Rifampisin secara bersama-sama atau disertai resistensi terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti etambutol, streptomisisn dan pirazinamid.

Gejala fisik yang terjadi apda umumnya seperti gejala TB yang tidak resisten obat, hanya saja pada TB yang tidak resisten, gejala akan membaik hingga sembuh setelah lama waktu pengobatan yang ditentukan, pada umumnya 6 bulan.

Penularan Kuman TB resisten obat adalah sama seperti penularan Kuman TB yang tidak resisten obat pada umumnya. Orang yang tertular (terinfeksi) kuman TB resisten Obat dapat berkembang menjadi sakit TB dan akan mengalami sakit TB MDR dikarenakan yang ada di dalam tubuh pasien tersebut adalah kuman TB MDR. Pasien TB MDR dapat menularkan kuman TB yang resisten obat kepada masyarakat disekitarnya.

Resistensi terhadap obat anti TB dapat terjadi akibat pemberikan obat yang tidak tepat, yaitu pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan yang diberikan, petugas kesehatan memberikan pengobatan yang tidak epat baik panduan, dosis, lama pengobatan, dan kualitas obat, demikian pula adanya kendala suplai obat yang tida selalu tersedia.

TB resisten obat dapat mengenai siapa saja, akan tetapi biasanya terjadi pada orang yang;

-Tidak menelan obat TB Secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan
-Sakit TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya
-Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB resisten obat yang tinggi
-kontak erat dengan seseorang yang sakit TB resisten obat, MDR atau TB XDR.

Kunci pencegahan TB MDR adalah dengan mendiagnosis secara dini setiap terduga TB resistan obat dan dilanjutkan dengan pengobatan dengan obat anti TB tingkat diatasnya (lini kedua). Selain itu perlu juga mengenali faktor resiko yang dimiliki, seperti yang disebutkan diatas, dan menghindarinya.

Dalam kondisi Anda, yang dapat kami sarankan adalah agar Anda kontrol secara rutin ke dokter Anda guna terus memantau perkembangan kesehatan Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar