Sukses

Mengatasi Susah Buang Air Besar

31 Aug 2017, 12:02 WIB
Pria, 50 tahun.

Kenapa sakit perut karena bernafas dan ga bisa buang wc kurang

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai susah buang air besar melalui fitur Tanya Dokter. 

Susah buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

Kurang minum untuk waktu yang lama
Kurang olah raga
Kurang asupakan makanan berserat
Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
Kebiasaan menunda buang air besar.
Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.
Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.
Adanya luka pada kulit anus
Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.
Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.
Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.
Olahraga secara teratur
Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Penanganan yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah konstipasi Anda sebenarnya sudah cukup baik. Namun, mungkin Anda harus merubah kebiasaan buang air besar Anda jika Anda terbiasa untuk menahan keinginan buang air besar. Jika masalah konstipasi Anda sudah berlangsung cukup lama sebaiknya Anda segera memeriksakan diri anda kepada dokter spesialis penyakit dalam untuk mencegah terjadinya komplikasi dari konstipasi seperti hemoroid (wasir) atau fisura ani (luka pada kulit disekitar anus). 


Demikian informasi yang dapat Kami berikan mengenai susah buang air besar. Semoga dapat membantu.

0 Komentar

Belum ada komentar