Sukses

Penyebab Batuk Kronis

31 Aug 2017, 12:47 WIB
Wanita, 21 tahun.

Saya sering batuk berdahak terutama pada malam hari atau di pagihari .dan hampir sudah beberapa bulan ,apa kah ini hanya alergi atau bagaimana dok?

Terima kasih telah bertanya tentang Batuk Kronis melalui fitur Tanya Dokter
Halo,

Dari penjelasan singkat Anda, kondisi batuk yang Anda alami tergolong batuk kronis. Batuk kronis memiliki berbagai penyebab, seacra garis besar bisa disebabkan karena alergi, infeksi (yaitu TBC yang paling sering), penyakit refluks asam lambung, faktor lingkungan, maupun efek samping obat. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam terkait penyebab tersering dari batuk kronis tersebut.

  • Iritasi saluran nafas setelah batuk pilek biasa (common cold)/flu. Sebagian besar gejala flu akan menghilang dalam waktu beberapa hari. Namun, batuk dapat bertahan hingga beberapa minggu sebab virus penyebab flu membuat saluran nafas Anda membengkak dan hipersensitif. Pembengkakan dan hipersensitivitas saluran nafas ini dapat berlangsung lama bahkan setelah virusnya menghilang.
  • Stress yang bersifat kronik dapat membuat flu berlangsung lama. Salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan memiliki waktu tidur yang cukup, yaitu 7-8 jam dalam semalam.
  • Terdapat kondisi medis yang mendasari seperti alergi dan asma. Refluks asam lambung (naiknya asam lambung dari lambung ke kerongkongan) dan henti nafas saat tidur (obstructive sleep apnea/OSA) juga dapat menyebabkan batuk kronik. Kondisi-kondisi ini dapat diatasi, karena itu segera hubungi dokter apabila terdapat gejala refluks asam lambung seperti sering bersendawa, rasa terbakar/panas di dada, batuk, dan regurgitasi. Juga kunjungi dokter apabila memiliki gejala OSA, seperti insomnia, mengorok, sering terbangun di malam hari, sering terasa seperti tercekik di malam hari, sering mengantuk di siang hari.
  • Kurang minum. Air putih, jus, dan kuah sup dapat mengencerkan lendir dahak dalam saluran nafas sehingga mudah dikeluarkan. Alkohol dan minuman berkafein dapat membuat Anda semakin kehilangan cairan (dehidrasi). Hal lain untuk melembabkan saluran nafas Anda adalah dengan menggunakan semprot hidung yang berisi larutan garam atau humidifier (pelembab ruangan).
  • Penggunaan berlebihan semprot hidung yang mengandung dekongestan. Obat ini mengurangi keluhan hidung tersumbat. Namun, bila digunakan lebih dari 3 hari dan kemudian berhenti, gejala akan semakin memburuk (disebut dengan efek rebound). Sumbatan semakin memburuk, terjadi postnasal drip (mengalirnya lendir hidung ke tenggorokan) sehingga batuk.
  • Udara yang terlalu kering atau terlalu lembab dapat memicu batuk.
  • Infeksi bakteri sekunder setelah episode flu yang menyebabkan bronkitis dan pneumonia. Apabila Anda mengalami demam atau sakit tenggorokan yang disertai batuk berkepanjangan, mungkin
    saja ada infeksi bakteri yang mendasari.
  • Efek samping obat darah tinggi. Obat darah tinggi golongan ACE Inhibitor dapat menyebabkan batuk kronik.

Untuk saat ini, sebaiknya kunjungi dokter penyakit dalam untuk pemeriksaan menyeluruh terhadap batuk Anda. Selain pemeriksaan dahak, pemeriksaan darah maupun rontgen dada dapat memberi petunjuk untuk menentukan apa penyebab batuk yang sesungguhnya. Ini penting agar Anda mendapatkan pengobatan yang tepat, juga untuk mencegah komplikasi akibat penyakit yang mendasarinya.
Demikian informasi yang dapat kami berikan tentang Batuk Kronis. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar