Sukses

Hepatitis Tanpa Gejala

30 Aug 2017, 20:08 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dokter saya mau tanya, saya pernah donor darah, sudah 3 kali saya donor darah, donor yg ke 1-2 itu gak bermasalah, nah pas donor darah yg ke3 itu bermasalah saya dinyatakan sakit hepatitis, kemudian saya disuruh kesana kemari untuk cek lab terus, tapi saya tidak ada tanda tanda sakit, kemudian dokter yang menangani saya juga bingung ,katanya saya sehat wal afiat gtu, terus saya sering dikasih suntikan seminggu 1x, setelah 2 Bulan saya berobat, dokter nya pun ttp bingung tdk ada tanda tanda apapun, tapi klo cek darah ttp hepatitis, kemudian saya sudah 3 tahun ini berhenti berobat. Nah menurut / saran dokter buat saya gmna, apa saya cek lagi kontrol lagi atau bagaimana??? Sekian pertanyaan dari saya dok

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terimakasih telah bertanya seputar Hepatitis Tanpa Gejala melalui fitur Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah yang Adna maksud adalah Hepatitis B ?

Sekitar 5-10% orag dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan “membawa” atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya. Anda mengatakan bahwa saat ini keadaan Anda normal tanpa gejala. Keadaan ini sangat mungkin terjadi pada kasus hepatitis B carrier. Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan dokter secara rutin. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam, khususnya divisi gastroenterohepatologi untuk mendapatkan tatalaksana yang lebih optimal.

Beberapa tips yang dapat anda terapkan adalah:

Menjaga kesehatan Anda
Mengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.
Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.
Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati
Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain yang juga merusak hati.
Vaksinasi hepatitis A
Menjaga diri dari menginfeksi orang lain
Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi carriers, bahwa tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.
Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran).
Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual
Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.
Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma
Untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan Anda
Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis B
Vaksinasi hepatitis B
Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsb
Tutup semua luka dengan bandage
Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah
Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar Hepatitis Tanpa Gejala. Semoga dapat membantu. 

Salam Sehat

 

0 Komentar

Belum ada komentar