Sukses

Endometriosis pada Remaja

30 Aug 2017, 10:17 WIB
Wanita, 17 tahun.

Assalamu'alaikum. Selamat malam, dok. Nama saya Nana, umur saya 17 tahun. Saya mempunyai 2 riwayat operasi. Yang pertama, ketika saya berumur hampir 13 tahun, saya operasi usus buntu. Tapi ada yang janggal di operasi tsb, ditemukan cairan coklat yang menempel pada usus saya, dokter berkata itu adalah kista yang pecah. Setelah itu, saya dan keluarga tidak pernah was-was terhadap kista tersebut, toh sudah pecah? Ditambah lagi minimnya pengetahuan kami terhadap kista. Tiga tahun berselang, saya mengalami menarche. Alhamdulillah, betapa bahagianya saya krn ini merupakan salah satu hal yang paling ditunggu oleh setiap perempuan karena ini menandakan "sah" nya menjadi seorang wanita. Tapi tidak seindah yang dibayangkan, tiga hari kemudian, saya mengalami sakit perut dan pinggang yang hebat. Hingga beberapa hari kemudian dan seterusnya saya hanya bisa berbaring di kasur. Kemudian saya di USG, dan didapatkan ada 2 kista endometriosis dekat rahim saya. Tapi bentuknya tidak bulat, melainkan oval. Karena katanya sudah pecah di dalam. Akhirnya tgl 27 Mei 2016, saya operasi. Di umur saya yang hampir 16 tahun, saya harus menerima kenyataan bahwa kepala tuba saya dua2nya harus diangkat karena sudah terinfeksi oleh cairan coklat alias endometriosis tsb. Dokter menghimbau saya untuk check up setahun mendatang. Kemarin, tepatnya tgl 13 Juli 2017 saya check up, dokter bertanya apakah saya ada keluhan atau tidak. Saya menjawab tidak sama sekali, haid juga lancar-lancar saja dan nyeri nya juga masih wajar, tidak ada gejala apapun yang menandai kista saya tumbuh lagi. Dengan percaya diri yang tinggi, saya berbaring di ranjang ruang pemeriksaan utk melakukan USG. Dan ternyata jauh diluar dugaan, kista saya kembali tumbuh dan sudah berukuran 4cm. Ketika itu dokter hanya berkata "endometriosis sebaiknya diangkat ketika ukuran nya sudah mencapai 6cm. sedangkan kamu masih muda, tidak bagus kalau banyak melakukan tindakan operasi. nikmati aja dulu ya, selanjutnya kontrol 3 bulan sekali utk mengetahui perkembangan tumbuhnya.". Berat bagi saya, hanya bisa duduk diam menunggu kemungkinan kista saya tumbuh semakin besar/mengecil dg sendirinya, atau mustahil nya hilang sama sekali. Apakah ada solusi yang lain untuk menghambat pertumbuhan endometriosis saya selain operasi dok? Dan tambahan, almarhumah ibu saya juga mengidap kanker payudara. Nenek saya ada kanker serviks. Tapi untuk endometriosis, saya kurang tau apakah ada ibu dan nenek atau keluarga saya yang mengidapnya. Mohon jawaban nya ya dok, terimakasih banyak :) Wassalamu'alaikum.

Terimakasih telah bertanya tentang endometriosis pada remaja melalui fitur Tanya Dokter.

Kami turut prihatin akan kondisi yang Anda alami.

Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan endometrium (dinding rahim) di tempat yang tidak seharusnya. Jaringan ini bisa tumbuh di ovarium, tuba falopii, di dalam rongga perut atau di dalam/luar usus maupun kandung kemih. 

Endometriosis biasanya dialami oleh wanita usia subur (21-35 tahun), meski juga bisa terjadi pada remaja seperti Anda. Pada remaja, endometriosis kerap muncul sebelum menarche (mulainya haid), seperti yang Anda alami.

Hingga kini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan endometriosis. Endometriosis cenderung kambuhan. Akan tetapi terdapat berbagai pilihan terapi tergantung keparahannya dan frekuensi kekambuhannya.

  • Obat anti-peradangan seperti ibuprofen
  • Pengobatan hormonal dan pil kontrasepsi
  • Terapi bedah untuk mengambil jaringan endometriosis
  • Pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh organ yang ditumbuhi jaringan endometriosis, seperti pengangkatan tuba yang Anda alami atau pengangkatan rahim

Dokter tentunya akan mendiskusikan pilihan terapi yang paling tepat untuk Anda, terlebih Anda masih remaja. Kadangkala, terapi tidak segera dilaksanakan (seperti operasi) untuk melihat terlebih dulu apakah keluhan atau jaringan endometrosis akan membaik.

Satu hal yang menjadi komplikasi dari endometriosis, yaitu sulit hamil atau tidak bisa hamil sama sekali (infertilitas). Pembedahan yang dimaksudkan untuk mengangkat jaringan endometriosis dapat memperbaiki peluang seseorang untuk hamil, akan tetapi tidak menjamin seseorang betul bisa hamil.

Kami berasumsi bahwa pengangkatan tuba yang Anda alami bersifat permanen, oleh sebab itu peluang Anda sangat kecil untuk hamil secara alami. Akan tetapi, Anda tetap masih bisa hamil dengan cara bayi tabung (in-vitro fertilization/IVF) di kemudian hari, selama organ rahim Anda baik.

Terakhir, endometriosis tidak berhubungan dengan kanker ovarium dan kanker serviks. Kanker ovarium dapat menurun dan kanker serviks tidak. Oleh sebab itu, kami anjurkan agar Anda nantinya rutin melakukan screening kanker ovarium dengan rutin menjalani USG kandungan (2-3 tahun sekali, atau bersamaan dengan kontrol endometriosis) dan memeriksakan kadar tumor marker CA 12.5 yang spesifik untuk kanker ovarium.

Baca juga: Kista dan Kanker Ovarium.

Semoga Anda sehat selalu.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar endometriosis pada remaja. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar