Sukses

BAB Keras dan Berdarah

30 Aug 2017, 08:29 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok sya rani,sya mw tNya sya punya ank usia 25 bln,ank sya ini msih asi,dia makan nasi tapi makan nya gak rutin kapan dia minta aja baru sya kasih,tapi dok anak saya ini susah BAB,stiap mau bab pasti nangis,terus kemarin sampai berdarah.sudah beberpa kali sya ksih microlax tapi saya takut kalau terus2an di kasih microlax. Jadi gimana ini sebaik nya dok,mohon jawaban nya,terimakasih

Terimakasih anda telah bertanya seputar BAB keras dan Berdarah Melaui Fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Buang air besar yang
normal seharusnya tidak mengeluarkan darah. Bila mengeluarkan darah,
perlu diperhatikan: sejak kapan tepatnya keluhan ini terjadi? Berapakah
perkiraan banyak darah yang keluar? apakah pada feses terdapat lendir?
bagaimanakah konsistensi feses, apakah lembek, cair atau keras? apakah
ada gejala lain seperti demam, nyeri perut, muntah ataupun gejala
lainnya? bagaimanakah pola bab anak Anda, terjadi berapa hari sekali?
Apa sajakah makanan yang anak Anda konsumsi, apakah gemar konsumsi
buah/sayur?

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab karena buang air besar dengan
darah dapat menjadi pertanda dari beberapa jenis penyakit, seperti
infeksi (disentri), wasir/hemoroid, polip usus besar, gastritis erosif
(perlukaan pada lambung), inflamatorry bowel disease, alergi susu, kurangnya serat, lecet pada daerah anus karena feses yang keras, dan lain lainnya.

Pada hemoroid biasanya darah keluar setelah selesai buang air besar, terdapat
kesulitan buang air besar, darah sering kali hanya menetes, dan dapat
dijumpai adanya benjolan yang ikut keluar dari anus. Pada kanker kolon,
biasanya darah keluar dalam jumlah agak banyak dan disertai rasa nyeri
pada saat buang air besar, dapat disertai diare ataupun tinja yang
berbentuk kecil-kecil.

Konstipasi dan konsistensi tinja yang keras juga dapat menyebabkan
perlukaan saat mengedan sehingga dapat menimbulkan bercak darah. BAB
yang keras menunjukkan bahwa konsumsi serat dan cairan Anda masih
kurang. Jika memang masih keras, obat yang bersifat laksatif dapat
membantu memperlancar BAB. Namun pada kasus anda, sebaiknya anda menemui dokter spesialis Anak untuk berkonsultasi.

Gangguan BAB dapat disebabkan karena anak ibu alergi susu sapi dan mungkin kurang makan makanan yang mengandung serat. Jadi coba ganti susunya dengan susu kedelai, beri minum juice tomat dan beri makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayur. Buah-buahan pun sebaiknya jangan pisang karena pisang dapat membuat BAB menjadi lebih keras. Cobalan buah yang banyak mengandung cairan seperti pepaya dan tomat.

Diperlukan anamnesa dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
(jika diperlukan) untuk dapat menegakkan sebuah diagnosa. Kami sarankan
agar Anda segera memeriksakan diri anak Anda langsung ke dokter
spesialis anak untuk diperiksa secara seksama / mencari sumber
perdarahan sehingga mendapatkan pengobatan yang sekiranya diperlukan.
Jika perdarahan dibiarkan, dapat menyebabkan anemia, kehilangan cairan,
sampai penurunan kesadaran.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar