Sukses

Seputar Keperawanan & Keputihan

29 Aug 2017, 14:03 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok saya mau tanya, saya terkadang suka menstrubasi tp tdk pernah ada yg di masukan tpi terkadang setelah saya melakukan itu merasa skit di tempat keluarnya pipis saya, dan saya suka keputihan dan terkadang keputihannya itu tdk wajar. Yg saya ingin tanyakan apa kah saya masih perawan? Atau selaput darah saya sudh robek kah klo seperti itu? karna saya pernh cek kedokter, sya di tanya apa kah syansdh berhubungan atau belum tp seinget saya, tdk pernh sya memasukan apapun. Dan apakahbskitvdi pipis sya itu ada hubungannya dgn menstrubasi sya? Karna klo sya kekurangan air putih sedkit aja, pipis sya akan merasa skit dan nyeri. Terimakasih dok seblumnya

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah bertanya seputar keperawanan melalui fitur Tanya dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelum kami menjelaskan lebih jauh jawaban pertanyaan Anda, izinkan kami untuk mejelaskan dahulu konsep perawan yang dewasa ini perlu banyak diluruskan.

Istilah keperawanan saat ini lebih ditekankan pada ada atau tidaknya selaput dara atau hymen pada liang vagina seorang wanita. Pada umumnya, pemeriksaan keperawanan dilakukan dengan memeriksa keadaan selaput dara atau hymen.

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah:

1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan, dan

2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali.

Jadi, intinya perawan atau sudah tidak perawan? Berikut penjelasannya:

Penjelasan Konsep Keperawanan
Sebenarnya, definisi yang lebih tepat dari hilangnya keperawanan adalah telah masuknya penis ke dalam vagina (penetrasi) atau telah melakukan hubungan intim. Pada umumnya selaput dara/hymen akan robek saat hubungan seksual pertama kali akibat penetrasi yang dilakukan. Namun robekan mungkin saja tidak terjadi pada jenis selaput dara yang sangat elastis.
Perlu diketahui, robekan pada selaput dara pun tidak harus selalu diakibatkan oleh hubungan seksual. Seperti halnya dapat juga disebabkan karena penggunaan tampon dan olahraga berat yang juga dapat menyebabkan keadaan robekan selaput dara yang tipis strukturnya. Jari yang dimasukkan ke dalam vagina dapat menyerupai aktivitas penetrasi penis dan berpotensi menyebabkan robeknya selaput dara.

Jika jari Anda yang dimasukkan ke dalam vagina sudah cukup dalam dan telah merobek selaput dara Anda maka perdarahan dapat terjadi. Namun, karena belum termasuk hubungan intim dengan penetrasi penis sehingga belum dapat disimpulkan mempengaruhi keperawanan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa keperawanan seseorang tidak dapat ditentukan hanya dari utuh atau tidaknya selaput dara namun pada proses penetrasi yang terjadi sebelumnya.

Di samping itu, mengenai nyeri yang Anda keluhkan bisa disebabkan oleh kurangnya kebersihan di bagian vagina. 

Sementara untuk keputihan, erlu diketahui bahwa keputihan adalah salah satu mekanisme "pembersihan" dalam sistem reproduksi wanita. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini membawa keluar sel-sel mati dan bakteri sehingga vagina tetap bersih dan bebas infeksi.

Seringkali, keputihan merupakan hal yang normal. Keputihan yang normal berwarna bening hingga putih keruh dan/atau kekuningan jika menempel pada pakaian dalam, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman.

Perubahan pada keputihan yang normal ini dapat disebabkan oleh siklus menstruasi, stres psikologis/emosional, status gizi, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan (termasuk pil KB).

Bila terdapat perubahan pada warna dan jumlah cairan keputihan, mungkin itu merupakan tanda infeksi jamur/bakteri/parasit di dalam vagina. Gejalanya ialah:

Keputihan disertai gatal-gatal, kemerahan, rasa perih/nyeri
Volume keputihan banyak dan makin bertambah jumlahnya
Rasa terbakar/panas/perih saat BAK
Keputihan berwarna putih susu dan sangat kental
Warna cairan keabu-abuan/kuning kehijauan dengan bau yang menyengat (asam atau amis)
Jika keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan.

Ketika vagina tidak terawat kebersihannya, maka kuman-kuman jahat akan menyerang menimbulkan berbagai bentuk infeksi. Salah satunya jamur kandida, jamur ini akan berkembang pesat dalam keadaan yang lembab dan diperberat jika sistem kekebalan tubuh individu tersebut lemah, menimbulkan rasa nyeri, gatal, rasa terbakar dan keputihan berbentuk gumpalan berwarna putih susu bisa dalam jumlah yang sangat banyak. Faktor-faktor lain yang berresiko timbulnya infeksi jamur ini antara lain adalah diabetes, kehamilan, kekurangan zat besi, asam folat dan vitamin B12, kemoterapi, stres, serta penggunaan steroid jangka panjang.

Keadaan ini harus dipastikan dengan pemeriksaan fisik dan penunjang yang sesuai untuk menegakkan diagnosis. Untuk itu, sebelum mengambil langkah meminum obat, sebaiknya Anda terlebih dahulu memeriksakan diri kepada dokter terdekat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar keperawanan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar