Sukses

Apakah Keputihan Sebabkan Sulit Hamil?

29 Aug 2017, 12:50 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dokter, saat ini saya tengah merencanakan kehamilan. Tapi sejak pertama kali menstruasi pd usia 13 tahun siklus saya memang tidak teratur. Rata2 siklus menstrusi saya lebih dr 28 hari, dg rentang 32-45 hari. Saya pernah mengalami keputihan parah 2 tahun lalu (2015) selama kurang lebih 1 tahun karena efek konsumsi antibiotik yg tdk cocok (Metronidazole). Keputihan saya waktu itu berwarna putih kehijauan, menggumpal, sangat bau, dan jumlahnya banyak sekali tiap harinya. Saya menjalani terapi herbal dan pengobatan untuk keputihan ini dan sekarang sudah cenderung membaik, tdk pernah lagi keluar cairan putih kehijauan. Hanya saja saya masih kadang keputihan dg ciri2 warna putih susu, agak berbau, dan encer, biasanya kira kira 2-4 tetes di celana dalam. Saya pernah konsultasi ke dokter kandungan dan ini masih aman2 saja. Saya pernah baca kalau keputihan itu bs menghambat kehamilan. Dg ciri2 keputihan saya saat ini apakah saya masih bs berkesempatan hamil dg mudah? Atau saya harus menjalani pengobatan apa lagi ya Dok supaya saya bisa cepat hamil?

Terima kasih telah menanyakan tentang keputihan melalui fitur Tanya Dokter.

Keputihan adalah hal yang wajar terjadi pada setiap wanita. Kondisi ini bisa muncul saat terangsang secara seksual, hamil, menggunakan KB hormonal, dan saat menjelang menstruasi. Ciri-ciri keputihan yang normal adalah berwarna jernih hingga putih. Teksturnya kenyal seperti lendir, tidak berbau, dan tidak menimbulkan keluhan lainnya.

Sementara itu, keputihan dapat dikatakan tidak normal jika terdapat perubahan warna (seperti kekuningan atau kehijauan). Selain itu juga muncul aroma tak sedap (seperti bau amis atau bau busuk), dan bergumpal- gumpal.

Jika melihat produksinya jauh lebih banyak daripada biasanya dan menimbulkan keluhan lainnya, bisa juga menandakan keputihan Anda tidak normal. Keluhan lain yang dimaksud antara lain gatal, nyeri saat BAK, nyeri pada area kewanitaan.

Apa sajakah yang dapat menyebabkan hal ini?
1. Infeksi Jamur
Jamur Candida umumnya menimbulkan keluhan keputihan yang tidak normal. Gejalanya adalah keputihan yang berwarna putih dan bergumpal-gumpal seperti susu basi, tapi tidak berbau. Selain itu, dapat juga timbul gatal dan rasa nyeri saat BAK atau berhubungan seksual.

2. Bakterial Vaginosis (BV)
Keluhan BV disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang tidak normal dalam vagina. Pada kondisi normal vagina memang memiliki bakteri, tetapi bila pertumbuhannya berlebih dapat menimbulkan gejala. Keluhan yang bisa terjadi adalah keluar lendir cair berwarna putih keabu-abuan, sering kali disertai bau amis yang kuat.

3. Trikomoniasis
Infeksi ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis dan dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Gejalanya adalah keluar cairan berwarna kuning kehijauan dan bau. Dapat juga disertai rasa gatal dan nyeri.

4. Gonore
Keputihan yang merupakan infeksi menular seksual ini disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhea. Infeksi gonore dapat tidak menyebabkan keluhan apa pun. Namun, jika ada keluhan umumnya berupa keputihan dengan warna kekuningan, rasa gatal, rasa terbakar, dan kemerahan pada area kewanitaan.

5. Klamidia
Klamidia merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Dapat tidak menimbulkan keluhan, atau bisa juga membuat jumlah keputihan berlebih dibanding biasanya. Selain itu, dapat juga timbul nyeri berkemih.

Jika Anda mengalami keluhan seperti dijelaskan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa Anda dan membantu menentukan penyebab keputihan tidak normal tersebut. Obat yang diberikan dapat berbeda-beda tergantung dengan penyebab keputihan, dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Keputihan yang tak kunjung sembuh dapat menyebabkan gangguan kesuburan sehingga lebih sulit hamil.

Demikian penjelasan tentang keputihan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar