Sukses

Penyembuhan Luka Pasca Dijahit

29 Aug 2017, 05:17 WIB
Wanita, 37 tahun.

Dok. Saya mengalami kecelakaan di jalan raya pada 27 Juli 2017. Dan mendapatkan 12 jahitan dalam serta 7 jahitan luar pada ruas tengah jari telunjuk kiri. Saya rutin mengganti perban ke dokter 3 hari sekali. Sehubungan ada tugas dinas luar dan mengangkat benda berat. Luka jahitan saya mengalami pendarahan luar bawah kulit dan saya abaikan karena tdk ada dokter praktik di hari minggu. Tgl 7 Agustus 2017 saya buka jahitan dan dokter menyayangkan keterlambatan saya membuka jahitan. Sbb ada bengkak dan memerah selain pendarahan bawah kulit yg membeku namun tidak bernanah. Saya mendapat terusan obat cefradoxil dan mefenamic sama seperti sebelumnya. Tiga hari kemudian saya ke klinik lagi untuk memeriksakan bekas luka jahitan dan masih membengkak di tambah sisa pendarahan yg menghitam disekitar luka jahitan. Tetap dgn obat yg sama. Luka tdk pernah basah. 2 minggu kemudian saya mengikuti kegiatan air meski menggunakan plester anti air ternyata kemasukan juga, namun segera saya keringkan. Pada saat kepulangan dari tugas dinas. Sekali lagi saya mengangkat beban berat sehingga luka tersebut terasa nyeri kembali. Dan seputaran jahitan merah kehitaman yang kemudian saya kompres dgn kasa yg telah di rendam alkohol dan diperas kering. Sampai sekarang sdh tgl 26 Agustus luka saya masih sering bengkak dan memerah. Pertanyaan saya 1. apakah itu wajar dok? Sehubungan luka jahitan saya pernah mengalami pendarahan di bawah kulit dan Sdh 10 hari saya tidak mengkonsumsi obat apapun. 2. Lukanya mengering namun masih bengkak dan memerah. Apa yang harus saya lakukan? 3. Apakah boleh saya menggerakkan jari saya agar bs lurus kembali, sehubungan jari saya agak menekuk karena jahitan. Namun jika saya coba luruskan keesokan harinya jari saya membengkak lagi. 4. Bolehkah jari saya yg terluka di basahi atau di bawa untuk mandi? 5. Boleh tidak saya menghilangkan pendarahan bawah kulit tersebut dgn menggunakan salep trombhopob? Mohon penjelasannya. Terima kasih

Terimakasih telah bertanya seputar penyembuhan luka robek melalui fitur Tanya Dokter.

Kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.

Untuk pertanyaan 1-3:

Luka jahitan akan kembali bengkak dan memerah jika tidak diistirahatkan. Memang hal ini agak sulit dihindari karena jari-jari selalu dipakai untuk beraktifitas. Saran kami, gunakan splint jari-jari, bisa juga menggunakan stik es di kanan kiri jari lalu dibalut kassa, agar jari lurus dan relatif tidak banyak bergerak. Jari ini harus diistirahatkan sampai bengkak dan merahnya hilang. Jika luka telah mengering artinya tidak ada infeksi dan penyembuhan jaringan yang putus/robek telah terjadi. Anda dapat pula menggunakan kompres dingin setelah beraktifitas agar jari tidak bengkak setelahnya. 

Untuk pertanyaan 4:

Jika luka jahitan sudah benar-benar menutup, kering dan tidak ada koreng, boleh dibersihkan dengan air (terkena air). Tetapi jika masih ada sedikit celah, hindari sebisa mungkin.

Untuk pertanyaan 5:

Yang dimaksud pendarahan bawah kulit apakah memar? Jika ya, Anda dapat menggunakan salap yang Anda maksud untuk menguranginya. Akan tetapi, jika pemicu memarnya tidak dihilangkan dalam hal ini aktifitas, memarnya akan terus hilang timbul meski diberikan salap tersebut.

Kami juga sarankan agar Anda melakukan rontgen jari-jari tangan untuk memastikan tidak ada tulang jari yang patah atau retak. Meski minor, adanya patahan atau retak tulang jari bisa menimbulkan bengkak dan kemerahan yang berulang meski jahitan luka telah menyembuh.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar penyembuhan luka jahitan. Semoga bermanfaat. (FA)

2 Komentar

  • Eni******ni

    Ada efekny ngga ya dok anak saya umur 6 tahun telapak kaki di jait luar dalem 12 jaitan. Akibat luka kena beling botol. Mohon dok solusi juga inpiny terima kasih.

  • Chr******n

    Dok saya mau tanya, kmarin saya hbis kecelakaan dan dapat jaitan di telapak tangan dan dr semalam nyerinya masih terasa sakit banget knpa ya dok?