Sukses

Nyeri Telinga

28 Aug 2017, 10:51 WIB
Wanita, 25 tahun.

Halo dokter, pagi dokter.. Dok saya mw tanya .. Saya kan dua hari ini sakit telinga, terus 2 hari kebelakang saya sakit kepala migrain dan sakit dibelakang kepala, bidan saya memberi obar farsifen 400mg 3x1 tp saya minum nya hanya saat nyeri saja .. Nah skrg saya sakit telinga .. Makin sakit .. Apa boleh saya minum lagi obatnya agar rasa nyeri nya reda .. Karena saya sedang menyusui.. Terimakasih..

Terimakasih anda telah bertanya seputar Migrain dan Nyeri Telinga pada fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Nyeri telinga dapat menggambarkan adanya gangguan
pada telinga luar, telinga tengah, atau telinga dalam. Apakah ada
kemerahan atau bengkak dari telinga Anda bagian luar? apakah terdapat
keluhan lain seperti gangguan pendengaran, pusing berputar, demam, dan
lainnya? apakah Anda mengalami nyeri kepala serta kemerahan dan nyeri
bila Anda menyentuh tulang di bawah telinga Anda?


Nyeri pada telinga dapat terjadi akibat dari infeksi,
trauma terhadap telinga, atau sumbatan pada saluran tuba. Apabila Anda
sedang mengalami batuk dan influenza, atau gangguan pada saluran
pernapasan Anda, telinga Anda juga dapat terasa nyeri. Agar dapat
menegakkan diagnosis, kami menyarankan Anda berkonsultasi ke dokter
spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan fisik langsung terhadap
bagian-bagian telinga Anda menggunakan alat khusus di telinga.
Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab diagnosis Anda.

Terdapat beberapa penyebab sakit kepala. Sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh
kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui
sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah
migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang
sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat
disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll. 

Tension Type Headache

Sebagian besar nyeri kepala di daerah belakang dan leher disebabkan
oleh tension type headache (TTH).  Bila keluhan sakit kepala seperti
tertindih benda berat/diikat dan melibatkan otot-otot leher maka
kemungkinan Anda mengalami TTH. Sakit kepala tipe ini seringkali
disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher/tengkuk, yang
dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di
tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujianGangguan tidurPosisi tubuh yang salah saat bekerjaWaktu makan yang tidak teraturKelelahan mataPenghentian konsumsi kafein
Jika tidak ada gejala lain seperti kelemahan sisi tubuh, kesemutan,
kejang, gangguan penglihatan, intensitas nyeri yang semakin bertambah
berat, demam, penurunan berat badan, mual/muntah, Anda tidak perlu
khawatir, kemungkinan Anda hanya mengalami TTH.

TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan/massage bagian belakang
kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak
tahan. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu
jika anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH pada diri
Anda. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH pada diri Anda, Anda juga
perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH. 

Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang
atau justru frekuensinya semakin meningkat apalagi disertai dengan
gejala lain seperti pingsan dan gangguan keseimbangan, maka kami
sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena
dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut. Mengenai apa
pemeriksaan penunjang yang sekiranya diperlukan tergantung hasil
pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang memeriksa Anda langsung.

Migraine

Kondisi lain penyebab sakit kepala tersering adalah penyakit
migrain. Sekitar 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala
sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita
migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat
melihat cahaya) atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau
kesemutan pada kaki) beberapa saat sebelum mengalami sakit kepala, yang
dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain
mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain
yang disertai dengan aura (migrain klasik).

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72
jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat
hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari
beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom
pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu.

Keluhan migrain yang Anda alami dapat diatasi dengan mengonsumsi obat
golongan antiradang bukan steroid (OAINS/NSAID) seperti asam mefenamat,
ibuprofen, atau natrium diklofenak. Tidur dan terapi relaksasi juga
seringkali merupakan obat mujarab untuk menghilangkan migrain ini. Apabila anda menyusui, maka obat yang aman anda konsumsi adalah golongan Paracetamol. Namun sebaik-baiknya pengobatan, yang terbaik adalah mencegah keluhan
tersebut agar tidak timbul kembali. Oleh sebab itu, mulailah menghindari
faktor-faktor pencetus migrain dan coba untuk memperhatikan makanan
Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine
adalah :


Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju,red wine)

Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan China dan Meksiko

Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)

Makanan yang difermentasi

Alkohol (red wine)

Caffeinated (softdrink, teh, kopi)

Untuk memastikan diagnosis keluhan Anda, kami sarankan Anda
berkonsultasi kembali kepada dokter spesialis syaraf untuk dilakukan
pemeriksaan secara menyeluruh serta pemeriksaan penunjang seperti ct
scan atau MRI bila diperlukan. Karena seyogyanya untuk mendiagnosis
suatu penyakit dibutuhkan pemeriksaan fisik sehingga sulit bagi kami
untuk mendiagnosis keluhan Anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar