Sukses

Terapi Keratois Pilaris

27 Aug 2017, 18:36 WIB
Wanita, 18 tahun.

Selamat siang dokter Saya mau tanya tentang penyakit kulit keratosis Pilaris , untuk cara penyembuhannya bagaimana ya dokter .. Terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Keratosis pilaris adalah suatu kondisi dimana kulit terasa kasar dan bergelombang, serta timbulnya jerawat kecil di lengan atas. Kondisi yang disebabkan karena sel kulit mati yang mengelupas dari lapisan kulit atas dan menyumbat folikel rambut ini biasanya berwarna putih, terkadang merah dan pada umumnya tidak gatal maupun nyeri. Genetik dan suhu dingin ditengarai sebagai faktor pemicu timbulnya keratosis pilaris. Biasanya kondisi kulit akan membaik dan keratosis pun menghilang di usia 30-an. Umumnya keratosis pilaris ini muncul pada orang-orang yang memiliki bakat atopi (alergi).

Langkah terapi yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi jerawat, memperbaiki tekstur kulit dan kondisi kulit secara umum adalah sebagai berikut :

Krim Pengelupas
Krim yang mengandung alpha-hydroxy acid, lactic acid, glycolic acid, salicylic acid atau pelembab dengan kandungan urea dapat menghaluskan kulit serta menghilangkan lapisan sel mati. Beberapa jenis krim ini harus menggunakan resep Dokter, karena kandungan asamnya dapat membuat kulit teriritasi, panas dan kemerahan. Krim ini tidak direkomendasikan untuk anak kecil.

Retinoid Topikal
Sebagai senyawa turunan dari vitamin A, retinoid bekerja dengan memicu pergantian sel dan mencegah penyumbatan folikel rambut. Kendati efektf, pilihan terapi ini membuat kulit teriritasi, kering, kemerahan dan mengelupas, serta tidak aman untuk ibu hamil / menyusui.

Terapi Laser
Terapi ini dilakukan dengan menyinari bagian kulit yang terkena dengan sinar laser. Efektifitas akan terlihat dalam beberapa bulan.

Perlu diketahui bahwa terapi keratosis pilaris harus dilakukan secara rutin, apabila langkah terapi dihentikan maka folikel rambut akan kembali tersumbat. Kami sarankan Anda untuk konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin agar tata laksana yang dilakukan dapat terus terpantau.

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar