Sukses

Breath-Holding Spell vs Epilepsi pada Bayi dan Anak

27 Aug 2017, 06:48 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat malam dok. Anak saya usia 9bulan. Masih ASI +Mpasi. Tgl 29juli dia pertama kali kejang (badan kaku) tanpa demam. Kemudian berulang seminggu kemudian tp hanya nangis tanpa suara dan bibir biru (badan tidak kaku). Kemudai tgl 16 agustus kejang lg tanpa demam seperti pd tgl 29 juli. Kejang (badan kaku) terjadi karna dia marah dan menangis (tanpa mengeluarkan suara). Durasinya hanya beberapa detik. Saat saya cari tau di google, itu adalah Holding Breath Spell. Dan hal serupa jg terjadi pd suami saya (ayah kandung anak saya) saat dia masih kecil, menangis hingga badan kaku. Hari ini tgl 25 agus, anak saya sudah EEG tp hasilnya keluar hari senin tgl 28 agus. Pertanyaan saya.. Apakah anak saya benar hanya holding breath spell atau ada indikasi gejala lain? Dan apakah benar holding breath spell itu tidak berbahaya? Mohon penjelasannya ya dok. Terimakasih, sukses selalu.

Terimakasih telah bertanya tentang kejang membiru pada anak melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

Breath-holding spell (BHS) dan epilepsi dapat memiliki gejala yang mirip akan tetapi kedua kondisi tersebut sebenarnya berbeda.

BHS terjadi pada 1 dari 20 anak dan dimulai pada usia 6-18 bulan. Pada sebagian besar kasus, BHS berhenti ketika anak mencapai usia 4-5 tahun walaupun sebagian tetap mengalaminya hingga dewasa.

Episode BHS hanya berlangsung kurang dari 1 menit dan biasanya dipicu oleh kondisi yang membuat anak takut, terkejut, marah, atau kesakitan. Biasanya anak akan menangis yang kemudian tiba-tiba berhenti pada fase mengeluarkan nafas dan wajahnya berubah menjadi pucat keabuan atau kebiruan dapat dapat kehilangan kesadaran sementara. Hasil EEG anak dengan BHS normal.

Epilepsi juga bisa memiliki gejala yang serupa dengan BHS akan tetapi perbedaan mendasar ialah tidak ada pemicu apapun (tidak didahului oleh rasa takut, terkejut, marah atau kesakitan pada anak). Di samping itu, hasil EEG akan abnormal. Satu-satunya yang bisa membedakan epilepsi dari BHS adalah hasil EEG ini.

Pada prinsipnya, jika anak Anda hanya mengalami BHS, ini tidak membahayakan meski tampak menakutkan bagi yang melihatnya.

Segera kontrol ulang ke dokter yang memeriksa untuk dilihat hasil EEG anak Anda. Semoga hasilnya baik.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar kejang membiru pada anak. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar