Sukses

Vagina Gatal dan Keputihan Seperti Bubur

26 Aug 2017, 11:59 WIB
Pria, 25 tahun.

halo dok, saya mau tanya. sudah hampir seminggu ada rasa gatal di area dalam miss V. sebelumnya ada iritasi dibibir miss V kemudian sembuh. tidak ada ciri" seperti keputihan berwarna kuning atau abu", keputihan tidak berbau. hanya gatal jika keluar keputihan seperti bubur kental. apakah itu berbahaya dok ? dan bagaimana cara menagani gatal tersebut ? terima kasih

Terima kasih telah bertanya seputar vagina gatal dan keputihan seperti bubur melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mohon maaf atas keterlambatan jawaban kami. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Pada kondisi Anda perlu diwaspadai keputihan yang disebabkan oleh infeksi/ alergi/ pertanda penyakit lain, antara lain adalah:

1. Keputihan yang disebabkan infeksi Jamur (Kandidosis vulvovaginalis)
Keputihan berwarna putih kekuningan berupa gumpalan-gumpalan seperti kepala susu. Terasa sangat gatal, panas dan menyebabkan nyeri setelah berkemih dan nyeri saat berhubungan seksual.

2. Keputihan yang disebabkan infeksi Parasit (Trikomoniasis)
Keputihan berwarna kuning kehijauan, bentuknya kental, berbau tidak enak dan berbusa. Keluhan lain yang dapat menyertai adalah adanya rasa nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan setelah berhubungan seksual dan perdarahan di luar siklus menstruasi.

3. Keputihan yang disebabkan infeksi bakteri (Bakterial vaginosis)
Keputihan berwarna keabu-abuan, bentuknya agak encer, berbau amis dan jarang berbusa. Bau amis lebih menusuk setelah berhubungan seksual dan menyebabkan darah menstruasi berbau tidak normal. Keluhan lain yang dapat menyertai adalah rasa gatal dan terbakar pada daerah kemaluan.

4. Pertanda Kanker
Keputihan berwarna kecoklatan, terdapat bercak darah dan berbau busuk. Keputihan dapat berlangsung dalam waktu lama, tidak respon terhadap pengobatan apapun dan dapat disertai rasa nyeri saat berhubungan seksual.

5. Vaginitis karena Alergi/Iritasi Bahan Kimia (krim, cairan, bahan semprot, wewangian)
Keputihan akan menjadi lebih banyak, berwarna kuning keputihan, dapat encer atau kental. Keluhan yang dapat menyertai adalah rasa gatal, terbakar, nyeri dan kemerahan pada daerah kemaluan.

Keputihan abnormal perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Pada kasus Anda, berdasarkan gejala yang Anda ceritakan yaitu vagina gatal dan keputihan seperti bubur, kemungkinan keputihan tersebut karena infeksi jamur. Obat yang Anda gunakan sudah tepat untuk mengatasi keputihan karena infeksi jamur. Bila tidak membaik, kemungkinannya adalah:

  • Keputihannya disebabkan oleh penyebab lain sehingga membutuhkan obat lain yang lebih tepat
  • Cara Anda menggunakan obat dan dosisnya belum tepat

Kami menganjurkan untuk memeriksakan diri Anda ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk mengetahui penyebab keputihan dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai vagina gatal dan keputihan seperti bubur. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat. 

0 Komentar

Belum ada komentar