Sukses

Salpingitis

26 Aug 2017, 07:33 WIB
Pria, 27 tahun.

Maaf mengganggu. Dok. Saya mau tanya. Berapa lama bakteri klamidia berkembang yg mnyebabkan salpingitis kronis dok? Minggu lalu saya di operasi dgn diagnosa KET. Sya baca di google kalau itu penyebabnya gonore dan klamidia. Dari tanda gejalanya, saya dan pasangan tidak mengalami itu. Seperti nyerih saat coitus, keputihan,dll. Tgl 22 juli karena telat haid saya tes dan positif hamil. Tgal 31 USG tp kata dokterx ada kista uk 1.34 cm. Janin juga ada. Tgal 2 sya mngalami perdarahan dan tgl 3 saya usg lg. Hasilx kista tidak ada tetapi saya d anjurkn kuret dok alasanx krena perkembangan janin tidak bagus. Atau kalau masih belum yakin bisa 2 mgu lg kontrol. Tp trnyata tgl 8 sya mngalami nyeri perut. Tgal 9 agustus sya ke RS dan saat di USG trnyata bnyak cairan bebas di luar rahim sedangkan rahim tampak kosong dok. Kmudian saya di operasi dan diagnosax KET. 1 tuba saya dipotong dan di periksa di lab prodia. Diagnosa lab chronic shalpingitis. Dok, apa mungkin ada pnyebab lain dok dr salpingitis ini? Memang sejak kelahiran ank pertma tahun 2008 .kmudian tahun 2009 saya hamil dan keguguran. Stelah itu saya tidak hamil sampai trakhir HPHT 21-06-2017 dan positif hamil dok. Apa ada kmungkinan sya mngalami pnyakit sjak tahun 2009 yang menyebabkan saya susah hamil dok? Mohon maaf dok jika saya bnyak bertanya. Terima kasih informasinya dok.

Terima kasih telah bertanya tentang Salpingitis melalui fitur Tanya Dokter
Halo,

Peradangan pada saluran indung telur dalam istilah medis dinamakan Salpingitis. Salpingitis adalah salah satu penyebab paling umum infertilitas wanita. Jika salpingitis tidak segera diobati, infeksi yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saluran telur atau buluh rahim (atau dalam medis dikenal dengan istilah tuba falopi). Gangguan pada tuba dapat menganggu proses pembuahan karena saat telur dilepaskan setiap siklus mestruasi, tidak dapat bertemu dengan sperma. Gejalanya dapat beragam, mulai nyeri pada perut bawah, keputihan yang tidak normal, demam, mual/muntah, kembung, nyeri saat haid/berhubungan/saat ovulasi, dsb.

Penularan salpingitis yang utama terjadi melalui hubungan seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi, dan biopsi endometrium). Salpingitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur.

Tujuan pengobatan salpingitis adalah untuk mengobati infeksi akut, sehingga menjaga kesuburan dan mencegah kehamilan di luar kandungan (atau dalam medis dikenal dengan istilah kehamilan ektopik), serta mengurangi risiko jangka panjang inflamasi (peradangan) berulang.

Demikian informasi yang dapat kami berikan tentang Salpingitis. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar