Sukses

Single Parent Pengaruhi Kondisi Anak?

25 Aug 2017, 10:32 WIB
Wanita, 21 tahun.

pagi.dok saya mau tnya.saya lagi hamil dan saya orang tua single.smentara saya sjak masa khamilan tidak pernah melakukan hubungan badan jdi otomatis anak saya tidak prnah mrsakan khadiran seorang ayah.apakah itu mempengaruhi prtumbuhan clan anak saya

Terimakasih telah bertanya seputar Single Parent melalui fitur Tanya Dokter di Klikdokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Hal utama yang dapat
berdampak langsung pada perkembangan kondisi kejiwaan anak adalah atensi
dan kasih sayang orang tua kepada sang anak.

Dalam kondisi tertentu, terkadang anak mau tidak mau ditempatkan pada
situasi terjarak jauh kebutuhan kasih sayang dari orangtuanya. Dan
sedikit banyak situasi ini dapat memicu kondisi gangguan perkembangan
kejiwaan anak.

Salah satunya adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
adalah gangguan neurobiologis yang ciri-cirinya sudah tampak pada anak
sejak kecil. Anak ADHD mulai menunjukkan banyak masalah ketika SD karena
dituntut untuk memperhatikan pelajaran dengan tenang, belajar berbagai
ketrampilan akademik dan bergaul dengan teman sebaya sesuai aturan.

Gejala ADHD:


• Sering tidak dapat memusatkan perhatian pada suatu hal secara detail / rinci

• sering membuat kesalahan karena ceroboh

• Sulit mempertahankan perhatiannya pada tugas - tugas atau aktifitas bermain

• Segera tidak mendengarkan sewaktu diajak bicara

• Sering tidak mengikuti perintah / cenderung menentang dan tidak memahami perintah

• Sering tidak dapat mengorganisir / mengatur tugas - tugas / aktivitasnya

• Sering menolak, tidak menyenangi untuk terikat pada tugas - tugas yang menuntut

• Sering kehilangan barang

• Perhatiannya mudah beralih

• Pelupa


 

Sekelumit tentang hal yang dapat dikiatkan untuk menekan risiko ADHD pada anak:

Sedini mungkin membiasakan anaknya untuk hidup dalam suatu aturan.
Dengan menerapkan peraturan secara konsisten, anak dapat belajar untuk
mengendalikan emosinya. Dalam kondisi Anda, jangan sampai terdapat dua
peraturan berbeda yang diterapkan antara Anda sebagai orangtua dan
mertua. 
Contoh: Nenek atau Kakeknya membolehkan es krim untuk dimakan sebelum
tidur tanpa sikat gigi, namun jika anak bersama Anda, Anda melarangnya
untuk berbuat demikian. Disorientasi peraturan yang sering terjadi dapat
mengarahkan anak kepada gangguan psikologis di masa dewasanya kelak.

Sebaiknya sepakati bersama dengan komunikasi antara wali orang tua mengenai peraturan-peraturan yang diterapkan kepada anak. 

Sedini mungkin memberikan kepercayaan dan tanggungjawab terhadap apa yang seharusnya dapat dilakukan anak.Kenali kondisi diri dan psikis anak. Dengan mengenali, orang tua tak akan memberikan tekanan yang berlebihan, yang dapat menyebabkan penolakan anak untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.

Upayakan untuk menyediakan ruang belajar yang jauh dari gangguan televisi,mainan atau kebisingan.

Sedini mungkin melakukan monitoring dan evaluasi secara
berkelanjutan, dan konsisten terhadap terapi yang sedang dijalankan oleh
anak anda.Biasakan anak untuk mengekspresikan emosinya dalam bentuk tulisan atau gambar.

Aturlah pola makan anak, hindari makanan dan minuman dengan kadar gula dan karbohidrat yang tinggi.

Ajaklah anak berekreasi ke tempat-tempat yang indah. Hal ini akan membantu anak untuk berpikiran positif.

Namun anda tidak perlu khawatir secara berlebihan, kondisi anak akan baik bila mendapat atensi dan kasih sayang dari anda seorang. Buatlah suasan dan lingkungan positif di sekitar buah hati anda.


Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar