Sukses

Nyeri Vagina

24 Aug 2017, 21:28 WIB
Wanita, 18 tahun.

Saya nyeri di bagian bagian vagina, dan merasa panas. Badan saya juga tidak enak, sebab saya pernah masturbasi sendiri , apa Masturbasi yang saya lakukan tidak benar ya?

Terima kasih sudah bertanya mengenai nyeri pada vagina melalui fitur Tanya Dokter

Kondisi nyeri pada vagina bisa disebabkan oleh berbagai penyebab. Kondisi yang paling sering berkaitan adalah adanya lecet atau iritasi paa vagina. Lecet bisa disebabkan gesekan apa saja pada vagina. Tekanan pada air semprotan saat membersihkan vagina biasanya menghasilkan air dengan aliran deras. Kondisi ini mungkin saja mengakibatkan lecet pada area vagina Anda. Iritasi biasanya berkaitan dengan paparan zat kimia tertentu misalnya sabun yang digunakan mencuci vagina dengan pH yang tidak tepat. Bila terjadi lecet, maka area terluar vagina termasuk himen bisa saja terkena. Lecet tentunya hanya berukuran kecil, berbeda dengan "robek" bila ada penetrasi.

Sebaiknya Anda tidak perlu khawatir. Untuk sementara cukup jaga kebersihan vagina. Hindari penggunaan sabun karena akan semakin merangsang rasa perih.

Beberapa kondisi lain yang bisa berkaitan dengan nyeri pada vagina adalah:

1. Herpes
Herpes merupakan suatu penyakit menular yang dapat terjadi pada wanita. Wanita yang mengalami herpes biasanya mengalami nyeri pada vagina disertai dengan adanya luka. Jika Anda tiba - tiba mengalami benjolan atau luka pada vagina, sebaiknya segeralah berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

2. Infeksi jamur
Walaupun tidak selalu menyebabkan nyeri pada vagina, infeksi jamur biasanya memberikan gejala gatal dan kering pada vagina yang seringkali dirasakan sebagai nyeri. Hindari area selangkangan yang lembab karena dapat memicu terjadinya infeksi jamur.

3. Kekeringan pada vagina
Anda mungkin mengira bahwa vagina yang kering hanya merupakan masalah wanita yang sudah mengalami menopause. Namun ternyata beberapa wanita yang mengonsumsi pil KB juga seringkali mengalami kekeringan pada vagina sehingga menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual.

4. Endometriosis atau Pelvic Inflammatory Disease
Nyeri di vagian terutama saat haid bisa merupakan endometriosis (jaringan yang melapisi rahim tumbuh di tempat yang lain) atau pelvic inflammatory disease (infeksi organ reproduksi wanita). Pada kedua kasus ini biasanya pasien mengeluh adanya nyeri pada vagina. Selain itu biasanya disertai juga dengan perdarahan dari vagina.

5. Vulvodynia
Sekitar 9% wanita akan mengalami nyeri ini selama hidupnya. Vulvodynia atau nyeri pada vagina seringkali dialami sewaktu berhubungan seksual, memasukkan tampon atau timbul spontan tanpa adanya penyebab. Jika Anda mengalami hal ini, biasanya dokter akan memberikan obat penghilang rasa nyeri.

Kesimpulannya adalah jika Anda mengalami nyeri pada vagina terlebih jika nyeri tersebut tidak hilang dengan sendirinya dan berlangsung selama berhari - hari, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian penjelasan tentang vagina nyeri dan perih. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar