Sukses

Seputar Hipertiroid
24 Aug 2017, 10:32 WIB
Wanita, 19 tahun.

Sore dokter, Izinkan saya bertanya. Saya sejak berumur 12 tahun di diagnosis memiliki penyakit Hiperteroid atau kelebihan hormon teroid. Sejak didiagnosis memiliki hiperteroid, saya melakukan pengobatan rutin dengan cara mengontrol hormon saya dengan obat. Tetapi saat saya berumur 15 tahun saua terpakasa berhenti karena alasan finansial keluarga saya. Saat itu hormon saya sudah mulai mendekati angka normal dan saya juga harus mengentikan pengobatan dengan cara meminum obat karena dokter saya takut obat itu akan berefek pada hati dan ginjal saya. Saat ini saya telah berumur 19 tahun. Selama 4 terakhir saya masih merasakan gejala hiperteroid yang terkadang terasa sangat parah. Seperti : Jantung saya berdetak dengan cepat Nafsu makan saya sangat tinggi Saya selalu berkeringat berlebihan dan sangat tidak tahan dengan udara panas Sering mengalami gugup dan gelisah Tangan saya bergetar yang cukup parah Haid saya saat ini hanya 3-4 hari Sering BAB Kelenjar di leher saya yang masih membengkak Saya sangat sering cepat kelelahan bahkan saya sering kesulitan mendaki tangga Sulit tidur dan jam tidur saya yang tidak teratur Kulit saya tipis sering cepat terluka walaupun hanya tergores sedikit Rambut saya sering rontok dan patah Mata saya juga agak sedikit besar dan menonjol Apa haid saya yang sangat pendek itu juga gejala hiperteroid saya, dok? Apa yang harus saya lakukan saat ini? Apa saya harus mengikuti pengobatan kembali? Tolong jawab pertanyaan saya Sekian pertanyaan saya, Saya ucapkan terima kasih

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah menanyakan tentang hipertiroid melalui fitur Tanya Dokter.

Fungsi utama kelenjar tiroid adalah mengeluarkan hormon yang membantu mengatur metabolisme. Hormon yang dikeluarkan kelenjar tiroid juga berperan dalam perkembangan normal organ seperti jantung dan otak, serta untuk fungsi reproduksi normal. Jumlah produksi hormon yang tepat penting pula untuk metabolisme tulang dan kalsium. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid adalah tiroksin (T4) dan tri-iodothyronine (T3). Kadar kedua hormon ini yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Pada orang dewasa, kadar TSH normal adalah 0,4-4,5 mIU/L. Sedangkan pada bayi, kadar normal TSH adalah 3-18 mIU/L. mIU/L adalah singkatan dari mili-Internasional unit per liter. Kadar TSH yang berada di luar kisaran tersebut diklasifikasikan sebagai hipotiroidisme atau hipertiroidisme.

Hipertiroid merupakan manifestasi atau gejala yang timbul akibat kelenjar tiroid yang hiperaktif. Terdapat beberapa penyebab hipertiroid, yaitu:
1. Penyakit graves (tersering)
2. Adenoma toksik
3. Karsinoma tiroid
4. Gondok multinodusa toksik
5. Tiroiditis subakut
6. Obat (yodium, litium), dan sebagainya.

Gejala hipertiroid dapat berupa;
1. Mudah berkeringat
2. Berat badan sulit naik
3. Gemetar.
4. Buang air besar terlalu sering
5. Haid tidak teratur

Apakah Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas?

Prinsip pengobatan pada pasien hipertiroidisme tergantung dari penyebab hipertiroidisme tersebut, usia pasien, riwayat alamiah perjalanan penyakit, tersedianya terapi atau tidak, risiko pengobatan, dan sebagainya. Diperlukan diskusi dan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien agar mendapatkan hasil yang optimal.

Kelompok besar pengobatan hipertiroidisme sendiri dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Obat anti tiroid minum (tirostatika)
2. Operasi (Tiroidektomi)
3. Penggunaan zat radioaktif (yodium radioaktif),

Pilihan terapi lain adalah radioiodine (nuklir), namun terdapat efek samping kesulitan memiliki keturunan karena radiasi. Oleh karena itu bila Anda belum menikah dan ingin memiliki keturunan, pilihan terapi ini hendaknya ditunda hingga 1-2 tahun atau lebih. Efek samping lainnya yang banyak ditemukan adalah kondisi hipotiroid paska terapi. Berdasarkan alasan radiasi pulalah, para penderita paska terapi radioiodine biasanya diisolasi beberapa hari, karena sekresi tubuh penderita tersebut pun mengandung radiasi. Terapi berisiko ini memiliki angka keberhasilan yang cukup tinggi, dan tidak disarankan untuk wanita hamil dengan usia kehamilan di bawah 6 bulan maupun menyusui.
Pilihan terapi operasi biasanya dipertimbangkan bila kadar hormon tiroid stabil. Angka keberhasilan terapi ini pun cukup tinggi.

Berikut adalah daftar makanan baik untuk dikonsumsi penderita hipertiroid :
1. Sumber vitamin B12 (hati sapi)
2. Sumber vitamin C
3. Sayuran hijau (brokoli, bayam, dan lain sebagainya)
4. Sumber yodium (kacang, yoghurt, produk susu, stroberi).

Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk mendapatkan diagnosa dan tata laksana terbaik dari kondisi yang ada.


Semoga penjelasan tentang hipertiroid ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar