Sukses

Keputihan Akibat Jamur yang Berulang

24 Aug 2017, 00:06 WIB
Pria, 23 tahun.

selamat pagi dok, saya arina. dari SD kelas 5 saya telah terinfeksi jamur pada area vagina. keputihan ini sudah saya konsultasikan ke dokter pada saat saya menjadi mahasiswa, dokter memberikan obat untuk mengobati keputihan dengan diagnosa terinveksi jamur Candida sp. sebelumnya saya pernah melakukan pengobatan herbal dengan ekstrak manjakani dan hasilnya cukup memuaskan. tetapi ketika tidak mengkonsumsi kembali, keputihan kembali lagi. kebersihan selalu saya jaga dengan sering mengganti pakaian dalam dan menjaga area vital tersebut tidak lembap. lalu, sebaiknya harus bagaimana ya dok? terima kasih

Terimakasih telah bertanya seputar Keputihan menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.
Keputihan adalah salah satu mekanisme "pembersihan" dalam sistem
reproduksi wanita. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina
dan leher rahim ini membawa keluar sel-sel mati dan bakteri sehingga
vagina tetap bersih dan bebas infeksi.

Seringkali, keputihan merupakan hal yang normal. Keputihan yang
normal berwarna bening hingga putih keruh dan/atau kekuningan jika
menempel pada pakaian dalam, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan
seperti gatal atau rasa tidak nyaman. 

Perubahan pada keputihan yang normal ini dapat disebabkan oleh siklus
menstruasi, stres psikologis/emosional, status gizi, kehamilan, dan
penggunaan obat-obatan (termasuk pil KB).

Bila terdapat perubahan pada warna dan jumlah cairan keputihan,
mungkin itu merupakan tanda infeksi jamur/bakteri/parasit di dalam
vagina. Gejalanya ialah:
-Keputihan disertai gatal-gatal, kemerahan, rasa perih/nyeriVolume keputihan banyak dan makin bertambah jumlahnya

-Rasa terbakar/panas/perih saat BAK

-Keputihan berwarna putih susu dan sangat kentalWarna cairan keabu-abuan/kuning kehijauan dengan bau yang menyengat (asam atau amis)

Berikut adalah tambahan gaya hidup yang baik untuk mencegah timbulnya keputihan abnormal:


-Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembabMenghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

-Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat
menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang
kemaluan ibu

-Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.


Jika keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan
penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan
terjadinya gangguan kesuburan.Bila keputihan sudah berulang, kami sarankan agar anda memeriksakan diri ke dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk berkonsultasi dan penanganan lebih lanjut

Demikian informasi ini kami sampaikan seputar keputihan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar