Sukses

Flek Kecoklatan Sebelum Jadwal Menstruasi

23 Aug 2017, 13:47 WIB
Wanita, 29 tahun.

Dok mau tanya, Saya waktu itu keluar flek coklat (seminggj sebelum jadwal haid) cuma sedikit dan hanya 1hari. Tgl 11 pas memang jadwal haid, saya keluar flek lagi tp berhenti (ga keluar lg sama skali) sampai keesokan malamnya tgl 12 saat abis pergi naik motor kembali keluar flek dlm jumlah yg lebih banyak dr sebelumnya tp berwarna coklat pekat/hitam trs berhenti lagi dan setiap habis naik motor pasti keluar tp klo diam dirumah saja ga ada yg keluar. Tgl 13 perut saya kram dan keluar darah dlm jumlah yg banyak disertai gumpalan darah yg agak besar & masih keluar sampai saat ini. Yg mau saya tanyakan apa memang saya haid atau saya hamil lalu keguguran krna saya belum sempat TP.. Lalu flek yg muncul 1minggu sebelumnya itu knapa ya dok? Trimakasih

Terimakasih telah bertanya tentang Flek Kecoklatan melalui fitur Tanya Dokter.

Ada banyak alasan untuk memperhatikan keluarnya lendir kecoklatan, salah
satunya adalah keterlambatan dalam siklus menstruasi yang teratur.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab keluarnya lendir kecoklatan (atau coklat) sebelum datang bulan :


Cairan menstruasi terdiri dari darah kotor, nutrisi dan
lapisan endometrium. Dalam beberapa kasus, hanya lapisan endometrium
akan dikeluarkan dari vagina, yang berwarna coklat. Ini adalah salah
satu alasan mengapa beberapa wanita mengalami keluarnya lendir
kecoklatan sebelum masa haid.

Mengambil kontrasepsi atau pil KB dapat mengubah bersama
berfungsinya dua hormon wanita utama, estrogen dan progesteron. Pil
kontrasepsi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi produksi hormon dalam
tubuh, terutama saat menstruasi dan kehamilan. Pil ini juga mengubah
tingkat hormon. Jika pil ini dihentikan atau jika seorang wanita gagal
untuk mengambil pil ini sesuai dengan resep, maka ia mungkin mengalami
keluarnya lendir berwarna coklat sebelum periode kontrol kelahiran.

Salah satu tanda-tanda awal bahwa seorang wanita hamil
adalah pendarahan implantasi, yang juga dikenal sebagai bercak
implantasi. Tanda-tanda perdarahan selama implantasi terjadi ketika
janin tertanam pada lapisan dalam rahim disebut lapisan endometrium dan
menyebabkan pecah pada lapisan, yang menyebabkan bercak implantasi yaitu
merah muda atau kecoklatan. Pendarahan implantasi terjadi sekitar 2-3
hari, dan terlihat setelah ovulasi atau sebelum periode berikutnya.

Alasan lain untuk terjadinya keluarnya cairan coklat
bisa karena adanya polip. Polip, juga disebut sebagai tumor, yang
berkembang abnormal, dalam rahim dan sifatnya jinak. Perdarahan di dalam
rahim karena polip menyebabkan keluarnya cairan yang berubah warna.

Tanda kehamilan yang pertama adalah telatnya menstruasi. Tanda-tanda
kehamilan lainnya terdiri atas tanda kehamilan tidak pasti dan tanda
kehamilan pasti. Tanda-tanda kehamilan tidak pasti yang dialami dapat
bervariasi setiap individunya, antara lain adalah:

-sering berkemih

-pembesaran dan nyeri payudara

-mual

-perasaan lelah

-daerah sekitar puting susu menghitam

-peningkatan suhu tubuh

-flek perdarahan karena perlekatan hasil pembuahan ke dinding Rahim

-dsb


Keluarnya perdarahan kecil atau flek-flek kecoklatan dalam waktu
singkat karena proses penempelan calon bayi pada dinding rahim biasanya
hanya terjadi dalam 1 hari saja.

Sedangkan tanda pasti kehamilan (obyektif) adalah:

terasa bagian janin serta gerak janin pada perabaanterdengar bunyi jantung janin pada auskultasiterlihat gambaran janin pada USG atau scanning
Untuk memastikan apakah terjadi kehamilan pada diri Anda perlu
dilakukan pemeriksaan pasti karena gejala-gejala lainnya hanya merupakan
pertanda tidak pasti. Kami sarankan jika Anda terlambat haid lebih dari
2-3 minggu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan
dan kebidanan jika memang tidak ingin menggunakan testpack terlebih
dahulu.

Test pack dapat mendeteksi kehamilan dengan tingkat
keakuratan mencapai 99%. Bahkan garis tipis saja sudah menunjukkan hasil
yang positif. Namun, testpackjuga dapat menunjukkan hasil
negatif palsu (hasilnya negatif, namun terdapat kehamilan) ataupun
positif palsu (hasilnya positif, namun tidak disertai kehamilan). Untuk
mengkonfirmasi hasil pemeriksaan itu, diperlukan konfirmasi USG.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar