Sukses

Berat Badan Anak Tidak Naik

23 Aug 2017, 09:02 WIB
Wanita, 25 tahun.

dok,,anak saya unur 9 bulan lahir 3,6 kg dan sekarang beratnya hanya 6,2 kg tinggi 68 cm.. anak saya sering batuk dan pilek dan sangat aktif tapi susah sekali makannya sehingga jadi sangat kurus.. bagaimana ya dok,,mengatasi susah makannya??

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan tentang berat badan anak.


Masalah gizi anak memang selalu menjadi topik utama bagi orangtua.
Pertama, bila menurut Anda sang buah hati sudah sering diberikan makanan
bergizi, perlu ditilik lagi jenis-jenis makanan yang diberikan apakah
benar telah tinggi kalori? Apakah jumlah yang diberikan sudah mencukupi
kebutuhan anak? Apakah anak masih terlalu banyak minum susu, dan jarang
makan makanan padat? Apakah anak sering ngemil atau minum susu sebelum
jam makan, sehingga porsi makanan padat yang masuk hanya sedikit?

Bila masalah-masalah dalam pertanyaan tersebut tidak ditemukan pada
buah hati Anda, ada baiknya untuk mencurigai apakah si kecil sedang
menderita suatu penyakit tertentu atau tidak, misalnya alergi, diare,
batuk kronis seperti TB, dll. Untuk menentukan hal ini, perlu
diperiksakan secara langsung oleh dokter.

TB anak dapat ditemukan melalui dua pendekatan utama, yaitu
investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TB dewasa aktif
dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan
gejala dan anda klinis yang mengarah ke TB. Gejala klinis TB pada anak
tidak khas, karena gejala serupa juga dapat disebabkan oleh berbagai
penyakit selain TB.

Gejala umum TB pada anak :

1. Nafsu makan tidak ada (anoreksia) atau berkurang, disertai gagal tumbuh (failure to thrive). 

2.Masalah Berat Badan (BB).
BB turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, ATAUBB tidak naik dalam 1 bulan setelah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik ATAUBB tidak naik dengan adekuat.
3. Demam lama (≥2 minggu) dan atau berulang tanpa sebab yang jelas
(bukan demam tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, dan lain lain).
Demam yang umumnya tidak tinggi dan dapat disertai keringat malam. 

4.Lesu atau lemah, anak kurang aktif bermain.

5. Batuk lama  ≥3 minggu, batuk bersifat non-remitting (tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah) dan penyebab batuk lain
telah disingkirkan;

6. Keringat malam dapat terjadi, namun keringat malam saja apabila
tidak disertai dengan gejala-gejala umum lain bukan merupakan gejala
spesifik TB pada anak.
Memang untuk mendiagnosis TB pada bayi atau anak cukup sulit,
mengingat gejalanya yang tidak spesifik. Saat ini para dokter
menggunakan sitem skoring untuk mendeteksi seorang anak terkena penyakit
TB. Dalam skoring tersebut nilai tertinggi bila didapatkan hasil uji
tes mantoux positif ((≥10mm, atau ≥5mm pada keadaan
imunokompromais/sistem imun rendah) dan adanya riwayat kontak dengan
orang dewasa penderita TB aktif dan menular. Jika hasil skoring melebihi
nilai normal, maka Anak harus diterapi sebagai penderita TB.

Namun demikian, jika anak yang kontak dengan pasien BTA positif dan
uji tuberkulinnya positif namun tidak didapatkan gejala, maka anak cukup
diberikan profilaksis atau terapi pencegahan terutama anak balita.


Namun jangan khawatir terlebih dahulu dengan kemungkinan tersebut,
masih bisa pula berat badan sulit naik pada anak Anda disebabkan karena
aktivitasnya yang begitu banyak. Bila kalori dari makanan yang masuk
lebih sedikit dari kalori yang dibakarnya ketika bermain, maka
keseimbangan energi menjadi negatif dan akhirnya berat badan sulit naik.
Pada beberapa anak memang terlihat kurus, karena memiliki
kecenderungan genetik untuk menjadi kurus. Namun, apabila setelah
diperhatikan berat badannya yang menurun drastis, hal ini harus
didiskusikan lebih lanjut ke dokter.

Penurunan berat badan dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit yang mendasari.
Untuk melihat apakah berat badan anak Anda masih dalam batas normal
atau tidak, Anda dapat menggunakan grafik berat badan menurut usia dan
grafik berat badan menurut tinggi badang WHO (World Health
Organisation). Mintalah bantuan petugas kesehatan dalam mengisi grafik
tersebut. Atau Anda dapat memeriksanya di sini:
http://www.klikdokter.com/p/tumbuh-kembang-anak.

Sebelumnya ijinkan kami bertanya, apakah anak anda laki-laki atau perempuan? karena grafik berat badan dan tinggi badan keduanya berbeda.


Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menaikkan berat badan anak
Anda adalah dengan memberikan makanan tinggi kalori yang sehat. Berikut
adalah daftar makanan tinggi kalori yang sehat yang dapat diberikan
kepada anak Anda:

1. Susu: Susu, keju, yogurt, es krim, krim sup, puding

2. Protein: Telur, selai kacang, sup kacang, kacang-kacangan

3. Karbohidrat: Roti, makaroni dan keju, pasta, roti, pancake, kentang tumbuk, sereal
Jika anak Anda adalah pemilih makanan dan menolak untuk menambah
makanan baru dalam makannya, dapat dicoba juga dengan menggunakan
suplemen makanan cair berkalori tinggi sesuai rekomendasi dokter. Namun
harus dipastikan bahwa jumlah konsumsi susu, suplemen makanan cair, dan
jus yang anak Anda makan jangan sampai membuatnya kenyang sehingga
melupakan menu makan utamanya. Cobalah untuk membatasi jus untuk tidak
lebih dari satu cangkir sehari dan susu tidak lebih dari dua cangkir
sehari.
Ada baiknya juga bila Anda membiasakan anak dan orang tuanya untuk
selalu makan bersama-sama di meja makan. Dalam beberapa kasus, dengan
membiasakan anak makan bersama, nafsu makan anak lebih muncul dan anak
lebih mau makan.
Apabila anak Anda dirasakan sudah mendapatkan cukup kalori tapi
tampaknya belum mendapatkan berat badan ideal, terus bekerja sama dengan
dokter untuk menemukan kondisi yang mendasari.


Demikian informasi yang dapat disampaikan tentang berat badan anak. Semoga dapat bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar