Sukses

Pemeriksaan Untuk GERD

23 Aug 2017, 09:27 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok, saya terindikasi GERD (constipation, short breathing, heartburn, nausea, etc.), telah beberapa kali konsultasi dan diberikan obat namun tidak juga sembuh. Pemeriksaan apa saja yang sebaiknya dilakukan?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Gastro esophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan.

Gejala GERD hampir sama dengan sakit lambung. Gejala khusus GERD yang mudah dibedakan dari sakit lambung adalah: rasa seperti terbakar di bagian belakang tulang dada dan cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan, tetapi juga hingga ke mulut sehingga dapat terasa asam pada bagian belakang mulut.

Pada penderita GERD, terjadinya sesak napas dipicu oleh hal-hal yang meningkatkan asam lambung, seperti saat terlambat makan, stres, setelah mengkonsumsi kopi, dll.

Terkait pertanyaan Anda, untuk memastikan penyakit GERD biasanya dilakukan pemeriksaan pH lambung dan endoskopi (teropong lambung). Untuk itu kami menganjurkan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis penyakit dalam sub konsultan gastro entero hepatologi (KGEH). 

Hingga saat ini, pengobatan yang dianjurkan untuk mengatasi GERD adalah dengan obat-obatan golongan proton pump inhibitor, seperti omeprazole, lansoprazole, dll. Obat ini dapat diminum 1x/hari, 30 menit sebelum makan. Obat ini dapat dikonsumsi selama 1-2 minggu dan dilihat respon yang terjadi. Pengobatan dikatakan berhasil jika terdapat perbaikan gejala, meskipun belum sembuh total. Penyakit ini dapat dikontrol agar tidak sering kambuh.

Selain dengan obat-obatan tersebut, Anda juga perlu untuk mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat, seperti :

  • Makan secara teratur, dengan frekuensi sering dan porsi kecil-kecil
  • Jangan langsung tidur setelah makan malam
  • Hindari rokok dan alkohol serta minuman bersoda lainnya
  • Hindari stres
  • Tidur cukup 8 jam/hari
  • Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama 30menit.

Dengan melakukan kombinasi terapi dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup, diharapkan masalah Anda dapat lebih teratasi.

Selama gejala dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup maka perlahan-lahan konsumsi obat-obatan dapat dikurangi, namun bila tanpa obat-obatan gejala kurang dapat dikontrol maka sebaiknya tetap diteruskan. Hal ini diperlukan  untuk menetralkan asam lambung karena asam lambung yang terus menerus melukai esofagus (kerongkongan) akan menyebabkan iritasi kronik. Padahal, mukosa esofagus tidak dirancang untuk tahan terhadap asam lambung seperti mukosa lambung. Hal ini yang mungkin menyebabkan perubahan mukosa esofagus Anda sehingga terjadi polip esofagus. Kebanyakan polip bersifat jinak namun ada juga yang bersifat ganas. Hal ini memerlukan pemantauan lebih lanjut terus menerus.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar