Sukses

Benjolan di Payudara Ibu Menyusui

22 Aug 2017, 11:47 WIB
Pria, 29 tahun.

dok,, saya ibu menyusui ,, bayiku umur 1.5 bulan,, yang saya tanyakan ,,, dipayudara saya ada gumpalan atau semacam membatu sebesar telur... kadang nyeri dok,,, apa itu kangker atau apa ya dok,,,, aman kah jika saya tetap menyusui bayi saya dok.... kalau konsul harus ke dokter apa ya dok... tirm's

Terima kasih telah bertanya seputar Benjolan di Payudara menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Benjolan pada payudara bisa disebabkan oleh berbagai penyebab,
dimulai dari infeksi kulit seperti bisul, atau mengarah ke perkembangan
jaringan payudara berupa tumor yang jinak maupun yang ganas. Untuk
membedakannya perlu diketahui karakteristik tumor tersebut, seperti:
Ukurannya, apakah semakin bertambah besar

Permukaannya: licin atau berbenjol

Dapat digerakkan atau tidak (menempel pada kulit)

Bagaimana keadaan kulit  di atasnya

Apakah ada nyeri

Apakah ada pembesaran kelenjar getah bening di sekitarnya (termasuk ketiak)
Pada wanita  di bawah usia 30 tahun,
tumor tersebut kemungkinan besar merupakan tumor jinak yang
disebutfibroadenoma mammae (FAM). FAM merupakan gabungan antara jaringan
glandula (kelenjar) dan fibrosa dan terjadi akibat adanya kelebihan
hormon estrogen sehingga umumnya akan terjadi pembesaran atau
pembentukan benjolan baru saat menstruasi atau hamil karena produksi
hormon estrogen meningkat.


FAM lebih sering terjadi dibandingkan kista payudara. Selain FAM, penyakit fibrokistik atau dikenal juga sebagai mammary displasia adalah benjolan payudara yang sering dialami
oleh sebagian besar wanita.Pada usia muda jarang sekali didapatkan tumor
ganas pada payudara kecuali Saudari memiliki riwayat keluarga dengan
keganasan pada payudara, Anda perlu lebih waspada terhadap  benjolan di
payudara.

Hal ini juga bisa disebabkan karena gumpalan ASI yang membatu. Sering kompres dan kosongkan kedua payudara anda. Demi keberhasilan menyusui, perawatan payudara sebaiknya dimulai sedini mungkin. Umumnya payudara akan terasa lebih padat, kencang dan terasa nyeri sejak usia kehamilan 6-8 minggu. Pembuluh darah bertambah dan melebar, kelenjar-kelenjar pada daerah areola juga tampak lebih
menonjol.


Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih
segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Dalam
proses ini dikenal pula istilah stasis ASI, mastitis tanpa infeksi, dan
mastitis terinfeksi. Apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara,
karena saluran tersumbat atau karena payudara bengkak, maka ini disebut
stasis ASI. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan
jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi, dan bila telah
terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi.

Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut:
Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC

Menggigil

Nyeri atau ngilu seluruh tubuh

Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.

Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin

Timbul garis-garis merah ke arah ketiak.


Faktor risiko terjadinya mastitis antara lain:
Terdapat riwayat mastitis pada anak sebelumnya.

Puting lecet.Puting lecet menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang membuat kebanyakan ibu menghindari pengosongan payudara secara sempurna.

Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek.

Biasanya mulai terjadi pada malam hari saat ibu tidak memberikan
bayinya minum sepanjang malam atau pada ibu yang menyusui dengan
tergesa-gesa.

Pengosongan payudara yang tidak sempurna

Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik.

Bayi yang hanya
mengisap puting (tidak termasuk areola) menyebabkan puting terhimpit
diantara gusi atau bibir sehingga aliran ASI tidak sempurna.

Ibu atau bayi sakit.Frenulum pendek.

Produksi ASI yang terlalu banyak.

Berhenti menyusu secara cepat/ mendadak, misalnya saat bepergian.

Penekanan payudara misalnya oleh bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman pada mobil.

Sumbatan pada saluran atau muara saluran oleh gumpalan ASI, jamur,serpihan kulit, dan lain-lain.

Penggunaan krim pada puting.

Ibu stres atau kelelahan.

Ibu malnutrisi. Hal ini berhubungan dengan daya tahan tubuh yang rendah.


Pengobatan mastitis dimulai dengan memperbaiki teknik menyusui ibu.
Aliran ASI yang baik merupakan hal penting dalam tata laksana mastitis
karena stasis ASI merupakan masalah yang biasanya mengawali terjadinya
mastitis.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah ibu harus beristirahat,
mengonsumsi cairan yang adekuat dan nutrisi berimbang. Anggota keluarga
yang lain perlu membantu ibu di rumah agar ibu dapat beristirahat.
Kompres hangat terutama saat menyusu akan sangat membantu mengalirkan
ASI. Setelah menyusui atau memerah ASI, kompres dingin dapat dipakai
untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Pada payudara yang sangat bengkak
kompres panas kadang membuat rasa nyeri bertambah. Pada kondisi ini
kompres dingin justru membuat ibu lebih nyaman. Keputusan untuk memilih
kompres panas atau dingin lebih tergantung pada kenyamanan ibu.

Pemeriksaan fisik mendetil serta pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Untuk itu, sebaiknya Anda memeriksakan diri kepada dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

1 Komentar