Sukses

Kuning Pada Anak

22 Aug 2017, 11:48 WIB
Pria, 18 tahun.

Saya mau tanya dok. Kalau ikterus diakibatkan kurangnya asupan ASI cara sembuhnya bagaimana ya? Dan apakah kalau ikterus itu dibiarkan saja akan hilang seiringan dengan tumbuh besar bayi ya? Terimakasih dok.

Terima kasih telah bertanya seputar Kuning Pada Anak menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

Kuning pada bayi baru lahir atau disebut
juga ikterus neonatorum terjadi akibat penumpukan bilirubin. Keadaan
ini bisa terjadi secara fisiologis (normal) ataupun patologis (akibat
penyakit), yang biasanya dapat dilihat secara klinis. Bila kuning pada
bayi baru timbul setelah 24 jam pertama kehidupan dengan kondisi bayi
sehat secara keseluruhan, hal tersebut masih bisa dikatakan normal dan
umumnya bersifat sementara. Beberapa keadaan ikterus (bayi kuning) yang
cenderung menjadi patologis adalah:
Terjadi dalam 24 jam pertama kehidupan

Peningkatan kadar bilirubin serum sebanyak 5 mg/dL atau lebih setiap 24 jam

Ikterus yang disertai proses hemolisis (inkompatabilitas darah, defisiens G6PD, atau sepsis)


Ikterus yang disertai oleh:
Berat lahir

Masa gestasi 36 minggu

Asfiksia, hipoksia, sindrom gawat napas pada neonates (SGNN)

Infeksi

Trauma lahir pada kepala

Hipoglikemia, hiperkarbiaHiperosmolaritas darah

Ikterus klinis yang menetap setelah bayi berusia
>8 hari (pada bayi lahircukup bulan) atau >14 hari (pada bayi
lahir kurang bulan/prematur)

 

Bila kuning karena ASI yang kurang, susuilah seseing dan sebanyak munkin sesuai dengan kemauan bayi.

Untuk memantau warna kuning pada bayi, perhatikan bagian
mata bayi. Jika putih matanya berubah kuning, berarti bayi mengarah ke
kuning.

Kuning menjalar dari sekitar wajah ke seluruh tubuh.
Perhatikan pula warna urin bayi, bila warnanya kuning tua atau cokelat,
kemungkinan kadar bilirubinnya sudah sangat tinggi. Orangtua harus
segera membawa bayi ke rumah sakit bila bayi tidak aktif, sering
mengantuk, lemas, demam, dan tidak mau minum.  Warna kuning pada bayi
dengan ikterus neonatorum (kuning pada bayi) biasanya menghilang pada
hari ke-7 hingga hari ke-10.
Penanganan dengan fototerapi (sinar biru) dilakukan jika
kadar bilirubin tinggi. Penjemuran dapat dilakukan jika kadar
bilirubin sudah tidak terlalu tinggi. Bila kadar bilirubin tidak
terlalu tinggi maka menyusui dapat membantu. Ketiganya memiliki manfaat
untuk mengurangi gejala kuning pada bayi.


Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar