Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

Cairan Bening Dari Penis

21 Aug 2017, 16:44 WIB
Pria, 16 tahun.

Dok... Saya mau tanya kenapa setiap ereksi mr.p saya mengeluarkan cairan bening tetapi tidak ada saya sentuh mr.p nya.. Trima kasih

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter mengenai cairan bening dari penis. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Jika cairan yang keluar terjadi akibat rangsangan atau saat ereksi maka cairan tersebut adalah cairan berwarna bening yang disebut cairan pelumas atau cairan mani, cairan ini tidak berbahaya. Pada dasarnya, bila seorang pria sedang terangsang maka genitalianya akan menghasilkan cairan pre ejakulasi (cairan yang dikeluarkan sebelum cairan ejakulasi). Cairan pre-ejakulasi ini volumenya bervariasi pada setiap pria, dan warnanya cenderung bening dan kental. Cairan pre-ejakulasi ini tidak selalu harus diikuti dengan ejakulasi, namun biasanya terjadi ketika ereksi.

Namun jika cairan ini berwarna kekuningan, disertai nyeri dan terasa perih, mungkin pertanda infeksi yang memerlukan penanganan langsung oleh dokter. Begitu juga jika cairan tersebut keluar tanpa adanya rangsangan seksual, hal ini bisa mengarah ke gangguan spermatorrhea.

Spermatorrhea atau kebocoran katup air mani adalah terganggunya kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yang tepat, sehingga pengeluaran semen terjadi secara berlebihan tanpa disadari pada saat penderita berjalan, bergerak atau bahkan sedang duduk biasa. Bagaimana dengan Anda?

Sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu. Perbedaan ejakulasi dengan kebocoran katup air mani ini adalah, tidak adanya fase orgasme yang terjadi pada kasus ini dan tanpa adanya stimulasi seksual pun, kebocoran katup air mani dapat terjadi. Tidak seperti pada ejakulasi yang selalu dibarengi oleh fase orgasme.

Penyebab

Adanya gangguan pada saraf parasimpatis.

Ketidakseimbangan hormon

Gangguan prostat

Gangguan psikis

Pengaruh buku dan film yang mengandung pornografi serta lingkungan sekitar yang mendukung

Frekuensi masturbasi yang terlalu sering. Masturbasi yang terlalu sering akan menyebabkan perubahan kimiawi dalam tubuh. Perubahan kimia akan menstimulasi saraf parasimpatis yang akan menghasilkan hormone seks sehingga tubuh akan masuk kedalam mode stimulasi saraf simpatis, yaitu suatu mode dimana proses ejakulasi akan terjadi.

Faktor kelelahan yang sangat berat

Infeksi di bagian urethra,glans penis dan adanya phimosis (suatu keadaan dimana ujung preputium (ujung penis) mengalami penyempitan sehingga tidak dapat ditarik kebawah untuk membuka seluruh kepala penis,sehingga tidak dapat dibersihkan danmemicu infeksi saluran kemih)

Gejala

Semen menetes-netes. Dapat terjadi pada saat tidur, pada saat berpikiran tentang seks, pada saat mengedan sebelum dan sesudah buang air kecil dan pada saat sebelum berhubungan seksual.

Konstipasi

Sakit kepala

Depresi

Kurang konsentrasi

Nyeri punggung

Nafsu makan berkurang

Fungsi penglihatan menurun

Menjadi sering menyendiri

Terapi

Mengurangi frekuensi masturbasi

Perubahan gaya hidup : Olahraga kurang lebih 45 menit dalam sehari, pola makan yang teratur. Menghindari alcohol dan obat-obatan terlarang.

Mengosongkan kandung kemih (berkemih) sebelum tidur

Kami sarankan Anda melakukan konsultasi langsung ke dokter spesialis Andrologi agar dapat diketahui penyebab yang terkait dengan keluhan Anda dan mendapatkan pengobatan optimal.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar