Sukses

Keringat berlebih
10 Aug 2017, 20:16 WIB
Pria, 22 tahun.

dok saya mau nanya, kalau keluar keringat di wajah sblm satu menit itu termasuk normal gx ya dok. sblmnya saya pernah konsumsi obat penambah nafsu makan, uda sekita 6 bln gitu usut punya usut eh ternyata gx bagus soalnya obat yg saya konsumsi itu palsu. setelah berhenti pakai obat itu nafsu makan sama berat badan jadi turun, efek lainnya wajah jadi bulat sama jerawatan di pundak. saya khawatir keringat berlebih ini gara2 efek obat itu juga. jadi menurut dokter gimana? ad gx ya cara alami mengurangi keringat berlebih. makasih dok

Terima kasih sudah bertanya tentang Keringat berlebih menggunakan fitur tanya dokter di Klikdokter.

Secara umum, tangan, kaki, dan ketiak lebih mudah berkeringat dibandingkan kulit yang lainnya, yang berkaitan dengan fakta bahwa kulit pada telapak tangan dan kaki lebih tebal sehingga kelenjar keringat juga lebih banyak. Tangan dan kaki juga adalah bagian yang sering melakukan aktivitas sehingga lebih mudah berkeringat.

Pada ketiak juga demikian, walaupun tidak setebal kulit pada telapak tangan dan kaki, ketiak memiliki banyak kelenjar keringat dan sangat mudah berkeringat.

Keringat berlebih, atau juga dikenal dengan istilah hiperhidrosis, dapat terjadi dalam 3 bentuk, yakni diinduksi oleh emosi (umumnya terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak), lokal, atau umum. Hiperhidrosis sendiri terbagi menjadi 3 yaitu:

  • Hiperhidrosis fokal primer yaitu kondisi dimana keringat berlebih terjadi pada area tertentu dari tubuh (fokal) di kedua sisi tubuh (umumnya). Lokasi yang sering adalah telapak tangan dan kaki, lengan, kepala, dan wajah.
  • Hiperhidrosis Idiopatik Generalisasi yaitu kondisi dimana seluruh area tubuh mengeluarkan keringat berlebih.
  • Hiperhidrosis Sekunder Generalisasi yaitu kondisi keringat berlebih yang dipengaruhi oleh penyakit lain atau kondisi lain seperti menopause, hipertiroid, diabetes melitus (neuropati perifer), atau stroke. Obat-obatan seperti antihipertensi dan antidepresi juga dapat menyebabkan hiperhidrosis. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan dapat muncul ketika tidur.

Menurut American Academy of Dermatology, Hiperhidrosis diterapi dengan beberapa cara yaitu :

  • Antiperspirant yang mengandung alumunium klorida heksahidrat, glutaraldehid, formaldehid, dengan kadar tinggi (15%) dengan cara dioleskan di malam hari pada kulit yang kering, daerah berambut (ketiak), dan dicuci di pagi hari. Penutupan daerah yang diberikan antiperspirant dengan plastik juga dapat dilakukan.
  • Teknik Iontophoresis, umum dilakukan pada hiperhidrosis telapak tangan dan kaki. Tangan diletakkan di dalam larutan berisi elektrolit dengan elektrik kadar rendah. Dapat efektif untuk kasus ringan
  • Suntikan Botulinum tipe A. Suntikan ini diberikan di daerah ketiak, telapak tangan dan kaki untuk mengurangi jumlah keringat. Botulinum akan memblok pengeluaran dari neurotransmiter (asetilkolin) dan merupakan terapi yang efektif selama 4-8 bulan. Suntikan ulang perlu dilakukan lagi di kemudian hari
  • Obat oral. Obat jenis glycopyrrolate dan propantheline bromide berfungsi mencegah terstimulasinya kelenjar keringat. Mereka memblok reseptor kolinergik. Beta bloker juga dapat digunakan untuk terapi keringat berlebih yang terjadi karena stres. Namun obat-obatan ini memiliki efek samping sehingga harus dipertimbangkan keuntungan dan kerugian dari penggunaannya.
  • Operasi. Hal ini dilakukan pada hiperhidrosis berat yang gagal dengan pengobatan lainnya. Operasinya dinamakan Endoscopic Thoracic Sympathectomy (ETS). Operasi hanya dilakukan bila cara konvensional tidak berhasil

Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dilakukan wawancara medis yang mendetil dan pemeriksaan fisis secara langsung guna menentukan penyebab dan penanganan yang paling tepat bagi Anda.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Keringat berlebih, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar