Sukses

Jerawat dan Olahraga

07 Aug 2017, 23:22 WIB
Pria, 20 tahun.

siang dok. Belum lama ini teman saya bertanya pada saya, kenapa di wajah dan sekitar punggung/dada saya tidak ada jerawat sama sekali. kemudian saya jawab dengan berolahraga secara rutin disamping itu karena saya juga atlet. Apakah jawaban saya itu benar atau tidak? karena teman saya yg berstatus altet pun pun juga ada jerawat di wajah dan sekitar punggung/dada. Kemudian bagaimana cara mencegah supaya tidak ada jerawat di wajah, punggung dan dada?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah memilih berkonsultasi mengenai jerawat dan olahraga di Klikdokter.com

Olahraga secara teratur sangat baik untuk tubuh termasuk untuk kulit. Namun memang secara langsung, tidak ada hubungan dimana jarang berolahraga akan menyebabkan jerawat.

Olahraga akan membantu menjaga homeostasis tubuh termasuk kondisi hormon yang berperan terhadap timbulnya jerawat. Olahraga juga dapat menghindari stres yang merupakan faktor risiko terjadinya jeraawat. 

Sebaliknya, olahraga yang tidak ditutup dengan membersihkan diri setelahnya merupakan potensi terjadinya jerawat. Hindari penggunaan baju atau alat olahraga yang dapat mengiritasi kulit. Ingat untuk mandi setelah berolahraga. 

Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini:

Stress
Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
Kelenjar minyak yang terlalu aktif
Keturunan dari orangtua
Bakteri di pori-pori kulit
Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Penggunaan kosmetik dapat mempengaruhi faktor di atas, misalnya memicu sumbatan pada pori-pori kulit, produksi sebum berlebihan, maupun memicu iritasi yang berkembang menjadi infeksi bakteri dan jerawat. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pastikan pH sabun yang Anda gunakan untuk membersihkan wajah sesuai dengan pH kulit (5-6,5), karena bila pH sabun terlalu basa (seperti sabun mandi biasa), maka kulit cenderung akan kering dan memicu produksi minyak yang lebih banyak.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan terkait jerawat dan olahraga. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar