Sukses

Telinga Berdengung Tanpa Keluar Cairan, Mengapa?

07 Aug 2017, 13:55 WIB
Pria, 21 tahun.

Assalamualaikum, saya mau bertanya dok , saya mempunyai masalah pada telinga kiri saya sudah hampir 1 minggu , pendengarannya agak berkurang , kadang berdengung tapi tidak keluar cairan , kadang sehari normal tapi besoknya kambuh lagi , kejaadian ini sesudah saya berkendara di dataran tinggi , itu knpa yah dok apa karena faktor cuaca lingkungan yg berubah dari panas ke dingin atau karena perubahan tekann saat berkendara di dataran tinggi atau ada faktor lain ? Terimakasih

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah bertanya seputar telinga berdengung menggunakan fitur Tanya dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah ada keluhan lain seperti gangguan pendengaran, keluar cairan dari telinga, demam, telinga kemerahan, bengkak, atau lainnya? Kemungkinan apa yang Anda rasakan adalah Tinnitus. Tinnitus sendiri berarti suara berdenging atau berdengung, atau jenis suara lain yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal.

Tinnitus bukanlah penyakit namun suatu gejala dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terdapat dua jenis tinnitus, sebagai berikut:

-Tinnitus Subjektif : hanya dapat didengar oleh penderita sendiri. Penyebabnya adalah kelainan pada telinga bagian luar, dalam, dan tengah. Dapat disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf pendengaran di otak
-Tinnitus Objektif : dapat didengar juga oleh dokter yang memeriksa. Jarang ditemukan, dapat disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam, atau gangguan pada otot.
-Penyebab yang umum ditemukan pada tinnitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam bergerak tergantung tekanan gelombang suara. Gerakan ini menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga (saraf auditori) ke otak. Otak akan menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai suara. Jika rambut-rambut pada telinga bagian dalam tersebut rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls elektrik yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan tinnitus. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama (lingkungan pekerjaan industri, MP3 player, konser musik), dan paparan terhadap beberapa obat tertentu (aspirin, NSAIDs, diuretik).

Penyebab lain dari tinnitus adalah:

-Adanya kotoran terlalu banyak dalam telinga
-Perubahan pada tulang telinga bagian tengah
-Meniere’s Disease (kelainan pada telinga dalam karena tekanan cairan atau komposisi telinga dalam)
-Trauma pada kepala atau telinga (mempengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran; umumnya tinnitus karena sebab ini hanya terjadi pada satu telinga)
-Tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma; biasanya menyebabkan tinnitus pada satu sisi telinga saja)
-Kelainan pada pembuluh darah (menyebabkan tinnitus yang sifatnya pulsatil atau berdenyut, termasuk tinnitus objektif)
-Stress dan depresi (jika tes-tes atau pemeriksaan pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab tinnitus lain tidak dapat diidentifikasi).

Tidak ada obat khusus untuk tinnitus, yang paling penting adalah menghilangkan pencetus atau menyembuhkan penyebab. Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Sementara itu, hindari pajanan suara keras, hindari pencetus tinnitus seperti kopi, teh, cola, rokok, dan garam. Kemudian berolahragalah untuk memperbaiki sirkulasi darah dalam tubuh.

Jika keluhan semakin bertambah dan mengganggu aktifitas sehari-hari, segera temuilah dokter THT Anda.

Demikian informasi mengenai telinga berdengung ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar