Sukses

Penyebab Keluhan Mual dan Muntah

07 Aug 2017, 09:13 WIB
Wanita, 17 tahun.

Pagi dok, saya mau tanya. Saya sudah 4hari ini merasa mual muntah, sesak nafas, sering bersendawa, perut kembung, badan terasa lemass, dan kepala terasa sangat pusing rasanya ingin pingsan, dada juga terasa sakit dan panas. Kira kira saya mempunyai gejala sakit apa ya dok?

Terimakasih telah bertanya tentang keluhan muntah menggunakan fitur tanya dokter dari klikdokter.

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, terlebih dahulu perlu dikonfirmasi mengenai ada/tidaknya keluhan lain seperti demam, nyeri/rasa terbakar pada ulu hati, dsb selain keluhan mual dan rasa pahit pada lidah Anda. Dan pernahkah Anda mengalami keluhan yang serupa sebelumnya?

Sayang informasi yang Anda berikan masih sangat terbatas. Idealnya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab keluhan Anda. Untuk saat ini kami hanya dapat mengatakan adanya kemungkinan kondisi ini berkaitan dengan asam yang diproduksi oleh lambung Anda.

Saat makan, makanan akan berjalan melalui mulut ke lambung melalui suatu saluran yang disebut esofagus. Sebelum memasuki lambung, makanan harus melalui suatu cincin (sfingter) esofagus terlebih dahulu yang berperan sebagai pintu gerbang. Umumnya, cincin ini akan menutup segera setelah makanan memasuki lambung. Pada kondisi tertentu, cincin ini terlambat atau tidak menutup sama sekali, menyebabkan aliran balik (refluks) asam dari lambung ke esofagus yang dapat mengiritasi esofagus dan menimbulkan sensasi pahit di lidah Anda.

Bagaimanapun, hal ini masih sebatas dugaan dan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter yang kompeten. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam untuk tatalaksana yang optimal.

Sementara itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Yaitu menghindari faktor-faktor pencetus terjadinya refluks asam lambung, seperti merokok, konsumsi makanan berlebihan, konsumsi jenis makanan tertentu (tinggi lemak, kafein, alkohol, minuman berkarbonasi, dsb), tindakan berbaring segera setelah makan, kegemukan, kehamilan, konsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin, ibuprofen, dsb. Cobalah konsumsi makanan berat secara bertahap mulai dari yang lunak (bubur) hingga yang lebih padat (nasi) dengan mengombinasikannya dengan bahan makanan lain yang Anda sukai hingga Anda kembali terbiasa.

Adapun obat yang Anda minum saat ini memang diindikasikan untuk mengatasi keluhan pencernaan akibat refluks asam lambung dengan menurunkan produksi asam lambung itu sendiri, namun sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan (cukup satu kali dalam sehari). Selain itu, dapat diberikan antasida yang bermanfaat menetralkan asam lambung yang telah diproduksi (usahakan yang mengandung magnesium hidroksida dan alumunium hidroksida untuk mengurangi efek samping diare/konstipasi). Obat antimual juga dapat diberikan apabila sensasi mual yang dirasakan sudah tidak tertahankan. Apapun obat yang Anda konsumsi, agar lebih baik dikonsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu untuk menentukan pengobatan yang sesuai. Dan satu hal yang tidak kalah penting adalah manajemen stres dengan terapi relaksasi, karena penurunan nafsu makan ataupun kenaikan produksi asam lambung sebenarnya sangat berkaitan dengan kondisi psikologis Anda saat ini.

Apabila kemudian setelah menerapkan tips-tips di atas keluhan tidak juga membaik, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk melihat kondisi lambung Anda, yaitu dengan pemeriksaan endoskopi.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar