Sukses

Penyakit Budug, Buduk atau Skabies
07 Aug 2017, 05:15 WIB
Pria, 16 tahun.

Selamat malam dok??saya mau nanya udh beberapa tahun ini saha menderita penyakit budug a Awalnya nya cuman gatal biasa eh sampe sekarang mlh menyebar ,,terus sudah beberapa kali say periksa ke dokter tapi tidak sembuh" Dengan cara tradisional pun sudah Saya ingin sembuh bagaimana caranya dok??

Terimakasih telah bertanya tentang penyakit buduk melalui fitur Tanya Dokter.

Pengertian buduk/budugan dalam medis adalah penyakit skabies. Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabei, yang termasuk dalam kelas Arachnida.

Tungau ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau bersifat mikroskopis. Penyakit ini mudah menular dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia dan sebaliknya.

Skabies mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, sprei, handuk, bantal, air, atau sisir yang pernah digunakan penderita dan belum dibersihkan dan masih terdapat tungaunya.

Skabies menyebabkan rasa gatal pada bagian kulit seperti sela-sela jari, siku, selangkangan. Penyebabnya adalah kondisi kebersihan yang kurang terjaga, sanitasi yang buruk, kurang gizi, dan kondisi ruangan terlalu lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung.

Penyakit kulit skabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal bersama sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan pada komunitas yang terserang skabies, karena apabila dilakukan pengobatan secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit skabies.

Seseorang dianggap mengalami skabies bila ditemukan 2 dari 4 gejala utama. 4 Gejala utama skabies adalah:

  1. Pruritus nocturna, yaitu gatal pada malam hari yang disebabkan aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab.
  2. Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut.
  3. Adanya terowongan pada tempat-tempat yang sering terkena, seperti sela-sela jari tangan, pergelangan tangan, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan,umbilicus, bokong, genitalia eksterna pada pria dan perut bagian bawah. Terowongan ini berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan ditemukan bentol atau bentol berisi cairan.
  4. Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik

Pengobatan skabies salah satunya dapat dilakukan dengan krim permetrin 5% dioleskan ke seluruh tubuh dari leher ke bawah, selama semalam lalu basuh hingga bersih pada pagi hari. Diamkan krim selama minimal 8-10 jam. Pengobatan ini biasanya diulang setelah 1 minggu apabila belum sembuh. Dapat dipergunakan pula antihistamin seperti CTM atau cetirizine/loratadine untuk mengurangi gatal. Hal lain yang dapat dilakukan adalah merendam pakaian, seprei dan selimut yang dipakai ke dalam air panas. Tidak ada imunisasi untuk skabies dan tidak ada pantangan terhadap makanan/minuman tertentu. 

Sebaiknya Anda berkonsultasi pula dengan dokter spesialis kulit dan kelamin agar dapat ditentukan penyebabnya dengan tepat. Dengan demikian, pengobatan akan lebih terarah.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar penyakit buduk. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar