Sukses

Sakit Kepala, Pusing, Dan Hipotensi Ortostatik

05 Aug 2017, 18:33 WIB
Wanita, 19 tahun.

Malam dok .. Saya devi umur 19th saya sering pusing dok kalo dipakai buat jalan kepala berasa cekot-cekot kalo habis duduk terus berdiri itu pandangan kabur dok, ditambah tangan lemas dan badan kalo sakit semua itu kenapa ya dok .. Itu kenapa ya dok terimakasih

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter dan bertanya mengenai sering pusing.

Halo, perlu dibedakan antara pusing dan sakit kepala. Pusing biasanya disertai perasaan lingkungan seperti berputar (vertigo). Seperti apa keluhan nyeri kepala yang Anda rasakan, apakah nyeri kepala di seluruh bagian kepala atau sebelah? Nyeri seperti diikat atau berdenyut? Adakah gejala lain seperti kesemutan/baal, kelemahan sisi tubuh, gangguan penglihatan, penurunan berat badan, mual/muntah? Bagaimana intensitas nyeri Anda, apakah sama atau semakin lama semakin berat? Apakah saat gejala muncul Anda melihat lingkungan sekitar seperti bergoyang? 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll.

Sebagian besar nyeri kepala di daerah belakang dan leher disebabkan oleh tension type headache (TTH). Bila keluhan sakit kepala seperti tertindih benda berat/diikat dan melibatkan otot-otot leher maka kemungkinan Anda mengalami TTH. Sakit kepala tipe ini seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher/tengkuk, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

  • Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian
  • Gangguan tidur
  • Posisi tubuh yang salah saat bekerja
  • Waktu makan yang tidak teratur
  • Kelelahan mata
  • Penghentian konsumsi kafein

Jika tidak ada gejala lain seperti kelemahan sisi tubuh, kesemutan, kejang, gangguan penglihatan, intensitas nyeri yang semakin bertambah berat, demam, penurunan berat badan, mual/muntah, Anda tidak perlu khawatir, kemungkinan Anda hanya mengalami TTH.

TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan/massage bagian belakang kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak tahan. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu jika anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH pada diri Anda. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH pada diri Anda, Anda juga perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH.

Rasa pusing atau pandangan gelap setelah bangun dari duduk atau tidur sering disebabkan oleh hipotensi ortostatik. Pada saat berdiri/duduk tiba-tiba darah akan secara mendadak turun ke bagian tubuh paling bawah (kaki) akibat gaya gravitasi.

Orang yang sehat setelah duduk atau berbaring kemudian berdiri dapat menyesuaikan dalam beberapa detik. Namun jika kondisi ini berlangsung lama atau hingga membuat orang pingsan meskipun sesaat, bisa jadi hal ini merupakan tanda-tanda adanya masalah yang lebih serius.

Penyebabnya adalah karena kekurangan cairan/dehidrasi, kurang olahraga, atau anemia. Penyebab lainnya adalah diabetes, gagal jantung, dan gangguan saraf. Jika Anda sering merasa pusing dan lemas, perlu dicurigai anemia penyebabnya dan diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk menilai kadar hemoglobin. Untuk mengurangi gejala tersebut, jangan berdiri/duduk tiba-tiba setelah tidur, bangunlah secara bertahap dan perlahan agar Anda tidak pusing, minumlah minimal 8 gelas/hari, olahraga teratur 3-4x/minggu selama minimal 30 menit setiap sesinya, dan konsumsi makanan yang kaya zat besi.

Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat apalagi disertai dengan gejala lain seperti pingsan dan gangguan keseimbangan, maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut. Mengenai apa pemeriksaan penunjang yang sekiranya diperlukan tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang memeriksa anda langsung.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai sering pusing. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar