Sukses

Pertanyaan Seputar Toilet Training

05 Aug 2017, 14:49 WIB
Pria, 32 tahun.

dok bagaimana mengatasi anak yg susah d ajak Bab nongkrong? anak sy umur 4,5th. awalnya susah BAb. kalo Bab sakit jadi sy kasih obat pelancar BAb. tp selanjutnya kalo BAb dia gak mau nongkrong. malah duduk jadi seolah d tahan biar gak kluar. sehari bisa 5 kali sprti itu dan celananya ada fases nya sedikit. kalaupun d ajak k wc untuk nongkrong malah nangis2. kadang perutnya sampe besar seperti kembung tapi keras. stlah seminggu dia gak tahan baru fases nya kluar yang besar. itu berbahaya gak ya dok? trimakash

Terima kasih telah bertanya mengenai toilet training menggunakan fitur Tanya Dokter.

Masa peralihan dari popok ke toilet memang perubahan yang besar bagi Anak dan merupakan sesuatu yang harus dipelajari. Selain perubahan kebiasaan juga terjadi perubahan psikologis yang signifikan pada Anak. Toilet training adalah suatu proses melatih anak untuk buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) di toilet. Toilet training membutuhkan bimbingan yang intens, waktu dan kesabaran. Pada umumnya anak siap untuk toilet training pada usia 2 tahun. Kapan toilet training dimulai?

Toilet training dimulai setelah anak siap, tandanya:

Otot-otot kandung kemih mulai dapat mengontrol buang air kecil, biasanya saat anak berusia 18 - 24 bulan

Dapat mengikuti perintah sederhana seperti “ambilkan bolanya”

Dapat duduk dengan tegak dan berjalan tanpa bantuan

Mengerti kata "toilet", "kencing"

Dapat membuka dan menarik celana sendiri

Sudah memiliki keinginan untuk buang air kecil / besar di toilet

Jika dari pengamatan Anda dilihat bahwa anak sudah memiliki kemampuan-kemampuan di atas, maka sudah saatnya anak mulai diajarkan toilet training.

Bagaimana cara mengajarkan toilet training?

Pastikan anak sudah siap

Berikan anak makanan yang kaya serat dan air untuk mencegah konstipasi yang akan mempersulit proses toilet training.

Biasakan kegiatan kamar mandi.

Perkenalkan dan biasakan anak untuk BAK dan BAB di pispot atau potty chair. Ajak ia ketika Anda menggunakan toilet supaya ia memahami pentingnya menggunakan toilet. Ceritakan secara sederhana cara BAK dan BAB serta proses memakai pispot atau toilet.

Berikan dukungan
Berikan anak dukungan dan minta ia memberitahu kepada Anda saat ia merasa ingin BAB atau BAK.

Atur jadwal.
Perhatikan kebiasaan BAK dan BAB anak Anda, misalnya ia biasa BAB jam 8 pagi dan BAK setiap 3 jam sekali. Waktu penting lainnya untuk mengingatkan anak pergi ke toilet adalah sebelum tidur dan beberapa jam setelah makan. Hal ini akan memudahkan Anda mengajak anak untuk BAK dan BAB di tempat dan waktu yang tepat.

Ajarkan anak untuk mencuci tangan setelah menggunakan toilet.

Berikan pujian setiap kali anak telah sukses melakukan toilet training

Bersabarlah, semua butuh waktu.

Respons anak terhadap toilet training beragam, ada yang cepat, ada yang butuh berbulan-bulan. Jangan memarahi anak jika ia tidak mengikuti perintah dengan baik.

Setelah berhasil, ganti popok anak dengan celana. Hal ini akan membuat anak merasa sudah besar dan bangga.

Jika dalam beberapa minggu belum berhasil, mungkin anak Anda belum siap untuk toilet training, coba lagi minggu berikutnya. Berikan anak waktu dan biarkan dia menjalani proses belajar tersebut sesuai kemampuannya. Anak akan belajar setahap demi setahap, kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai toilet training, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar