Sukses

BAB Kuning Kehijauan Pada Bayi

03 Aug 2017, 13:59 WIB
Wanita, 22 tahun.

pagi dok ,dok saya mau tanya saya punya anak usia 3bulan kurang 3hr . . selama 1,5 minum.sufor aman dan cocok bahkan sampai sekarang berat badan jadi 5,1 dan lahir 2,6. malah asi waktu itu naik hanya 9 kalo sufor naik 14. tapi baru saja 3hari ini anak saya selalu bab ampas beserta air dikit dan kadang pekat tidak ada ait stiap habis minum susu.bab berwarna kuning kehijauan kadang kuning cerah.. itu knapa ya dok???

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah bertanya seputar BAB kehijauan menggunakan fitur Tanya dokter.

Salam kami bagi buah hati Anda dan keluarga. Kami memahami kekhawatiran Ibu. Pada bayi perubahan warna feses menjadi hijau masih dapat dikatakan sebagai suatu perubahan yang normal, selama tidak disertai oleh keluhan-keluhan lain, seperti nafsu makan menurun, terdapat darah pada BAB, muntah, bayi lebih rewel, berat badan menurun, dan lain sebagainya. Selain itu feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji, dan bisa juga seperti mencret/cair.

Feses yang berubah menjadi hijau dapat terjadi karena bayi Anda hanya mengkonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak. Lemak biasanya didapatkan oleh bayi dari ASI. Namun bukan berarti semua ASI yang diberikan pasti tinggi lemak. Dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilk) dan ASI belakang (hindmilk).

Saat bayi menyusu, ia akan selalu menghisap ASI depan terlebih dahulu. ASI depan (foremilk) memiliki banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sementara ASI belakang (hindmilk) mengandung banyak lemak. Pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, feses yang keluar akan didominasi warna kuning/golden feces, dan warna tersebut normal. Warna kuning ini berasal dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu.

Apakah bayi Anda diberikan minum susu formula selain dari ASI?

Pada anak yang diberikan makanan lain selain ASI, maka saat minum ASI anak hanya mampu mengkonsumsi ASI depan (foremilk) karena bayi sudah cukup kenyang untuk mengkonsumsi ASI hingga habis. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan pada proses pencernaan dan akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau.

Memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika perubahan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter anak.

Selama bayi Anda mendapatkan asupan nutrisi yang baik dari asupan susunya maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Selama nafsu makannya baik maka anak Anda dapat memperoleh asupan nutrisi yang baik. Anda juga dapat mengakses Rubrik Tumbuh dan Kembang Anak sebagai panduan informasi perkembangan anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar