Sukses

Bisakah Hamil Setelah Operasi Kista Ovarium ?

03 Aug 2017, 11:25 WIB
Wanita, 22 tahun.

Selamt siang dok sya mau nanya.. Sya pernah operasi kista ovarium Sekarang sudah 8 tahun lebih.. Sya sudah menikah 2 thun yg lalu tpi kenapa sya belum bisa punya anak.. Pertanyaan sya apa kah penyakit kista saya yg memperlambat kan sya untuk mempunyai keturunan???? Trimakasih dok..slmt siang

Terima kasih telah bertanya tentang melalui fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Anda mengatakan terdapat riwayat operasi kista ovarium, apakah kemudian indung telur (ovarium) anda diangkat? Pada salah satu bagian atau keduanya?

Pada penderita kista ovarium pasca dilakukan tindakan SOB atau pengangkatan kista unilateral (sebelah), maka masih terdapat kemungkinan untuk memiliki keturunan selama kondisi ovarium lainnya masih dalam keadaaan sehat dan dapat menghasilkan sel telur yang normal. Namun, jika telah dilakukan penggangkatan kedua ovarium (SOB Bilateral) maka kemungkinan mempunyai keturunan secara normal sangatlah sulit hingga nol. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan jika anda ingin memiliki keturunan adalah dengan program bayi tabung. Namun karena jika kedua ovarium telah diangkat maka tidak ada lagiyang menghasilkan sel telur, maka sel telur yang digunaakan dalam program bayi tabung tersebut diambil dari pendonor sel telur.

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu. Di samping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan bagi Anda dan suami adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

Apabila setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi kehamilan belum juga terjadi, perlu dicari penyebab yang mendasari baik dari pihak Anda maupun suami. Anda dapat menjalani pemeriksaan hormonal, USG rahim, atau HSG. Untuk suami, dapat dilakukan pemeriksaan analisa sperma baik secara kualitas maupun kuantitas. Apabila ditemukan adanya kelainan agar dapat segera ditatalaksana sesuai penyebabnya. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda dan suami berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (untuk istri) dan dokter spesialis andrologi (untuk suami) untuk tatalaksana yang lebih optimal.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan terkait . Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar