Sukses

Sering BAB Cair, Apakah HIV?

03 Aug 2017, 02:12 WIB
Pria, 25 tahun.

Sudah lebih dari seminggu BAB saya cair tidak keras tetapi bukan seperti diare karena frekuensi BAB saya seperti orang normal 1x sehari. badan saya pegal pegal, perut saya seperti orang kembung ada seperti bunyi-bunyi diperut saya dan saya sering sekali buang angin (kentut) tidak seperti orang normal. di pangkal lidah saya dekat ada seperti putih putih. apakah ini ciri-ciri hiv dok?

Terima kasih telah bertanya seputar BAB cair dan HIV melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah Anda memiliki faktor resiko HIV? Diare memang salah satu tanda HIV, tetapi penegakan diagnosa HIV tidak hanya dari satu gejala saja, tetapi butuh wawancara medis lebih dalam untuk mengetahui apakah ada gejala lainnya. Selain wawancara medis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, dan penunjang untuk memastikan penyebab keluhan yang Anda rasakan. Sebaiknya konsultasikan kondisi Anda ke dokter terdekat untuk terapi yang tepat.

Sementara itu, berikut kami paparkan sedikit tentang ciri-ciri HIV. Gejala awal HIV menyerupai penyakit umum sehigga sering tidak disadari penderita. Gejala khas HIV yang dapat dilihat setelah seseorang terinfeksi HIV terjadi setelah bertahun-tahun, sehingga mungkin saja seseorang yang saat ini tidak memiliki gejala sama sekali namun sebenarnya sudah terinfeksi. Ijinkan kami menjelaskan mengenai HIV. Infeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Jadi jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan.

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI) dengan cara tidak melakukan hubungan seksual pranikah, tidak menggunakan narkoba jarum suntik, dan hindari kontak langsung cairan tubuh dengan penderita HIV.

Perlu diketahui bahwa pada infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala Awal dari infeksi HIV-AIDS adalah:

  • Nyeri kepala
  • Diare
  • Mual dan Muntah
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Nyeri menelan
  • Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada
  • Demam

Hubungi dokter segera bila merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Tahap Kedua

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis.

Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun.

Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Tahap Ketiga

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

  • Lelah setiap saat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan
  • Demam > 10 hari
  • Keringat malam
  • Berat badan menurun drastic
  • Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang
  • Sulit bernafas
  • Diare yang berkepanjangan
  • Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina
  • Mudah berdarah atau memar

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai BAB cair dan HIV. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

1 Komentar

  • Jon******ns

    jika saya ingin berobat ke rumah sakit, maka saya harus ke dokter spesialis yang mana ya dok?