Sukses

Keputihan Bergumpal Disertai Darah Pasca Berhubungan

02 Aug 2017, 23:52 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok, sy sebulan kemarin saat melakukan hubungan intim dg pasangan mengeluarkan keputihan menggumpal, beberapa hari kedepannya sy mengalami keputihan yg berbau amis, sy mengobati sendiri dg alb*til dan skg tdk bau amis lg, tp kemarin sy berhubungan lg dan keluar keputihan menggumpal disertai darah saat berhubungan pun rasanya sedikit perih, dan minggu ini sudah mendekati waktu haid sy. Pertanyaannya dok ini penyakit keputihan biasa atau berbahaya?

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. 

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, disertai darah, jumlah banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit. Dari data yang Anda sampaikan, keluhan Anda adalah keputihan abnormal, maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu.

Selain itu lakukan beberapa tips di berikut ini untuk mencegah keputihan:
Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin segera,  karena pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. Jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan laboratorium.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar