Sukses

Lemah Syahwat

01 Aug 2017, 21:33 WIB
Pria, 28 tahun.

Gimana ciri ciri lemah sahwat

Terimakasih telah bertanya tentang Lemah Syahwat melalui fitur Tanya Dokter.

Dalam proses terangsangnya seorang pria, ada beberapa fase yang dilewati. Fase yang pertama adalah fase arousal, atau fase perangsangan. Pada fase ini segala stimulasi merangsang, bisa muncul dari setiap panca indera seperti melalui tontonan, bisikan, ataupun ingatan. Pasien lemah syahwat, bisa jadi tidak terangsang dengan hal tersebut. Kondisi ini bisa bermacam-macam penyebab, misalnya trauma akan hubungan seksual,  pasien dengan gangguan depresi, atau memang perasaan bahwa rangsangan tidak cukup kuat.

Lemah syahwat bisa juga terjadi di fase berikutnya. Fase kedua ini ditandai dengan ereksi. Pasien bisa saja mengalami disfungsi ereksi, ditandai dengan penis yang tidak mau tegang penuh padahal dengan rangsangan yang memadai. Gangguan ereksi dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah :

  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.
  • Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi.
  • Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.
  • Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. 

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Lemah Syahwat. Semoga bermanfaat untuk Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar