Sukses

Nyeri Perut Kanan Bawah

01 Aug 2017, 14:26 WIB
Wanita, 31 tahun.

Sakit perut bagian kanan bawah samping rasanya cenat cenut apalagi kalo kecapekan sakit sekali apa ini gejala sakit usus buntu? Apa sakit usus buntu harus dioprasi, kalau tidak dioprasi pakai alternatif bisa ndak dok

Terima kasih telah bertanya seputar nyeri perut kanan bawah menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Nyeri perut kanan bawah terjadi dan berkaitan dengan organ-organ yang terletak di bawah dari perut sisi kanan bawah. Beberapa organ tubuh yang terletak di perut bagian kanan bawah adalah kulit, otot, saraf, dan usus. Dari beberapa organ tersebut, memang penyebab tersering timbulnya keluhan nyeri perut kanan bawah adalah akibat adanya peradangan pada usus buntu (appendisitis). Nyeri perut pada usus buntu umumnya dimulai dari daerah ulu hati, kemudian berpindah ke daerah perut kanan bawah. Biasanya keluhan nyeri perut pada usus buntu disertai pula dengan keluhan pencernaan (seperti penurunan nafsu makan, mual, muntah, diare, dll) dan memiliki tanda yang khas pada pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter. Demam juga dapat timbul, tetapi biasanya kenaikan suhu tubuh tidak akan lebih dari 38ºC. Jika ditemukan peningkatan suhu tubuh melebihi 38ºC maka kemungkinan besar sudah terjadi proses peradangan yang lebih luas di daerah perut.

Keluhan nyeri perut kanan bawah juga dapat berkaitan dengan organ reproduksi yang terdapat di bagian kanan misalnya ovarium kanan (indung telur sisi kanan) ataupun jaringan adneksa (jaringan sekitarnya).

Apendisitis merupakan penyakit peradangan pada usus buntu atau apendiks, masyarakat sering hanya menyebut usus buntu jika mengalami gejala nyeri di perut kanan bawah. Perlu diketahui bahwa usus buntu (umbai cacing) adalah sebuah organ yang bentuknya menyerupai cacing, dan merupakan perpanjangan dari sekum (bagian dari usus besar). Panjang dari usus buntu biasanya sekitar 8-10 cm namun dapat bervariasi dari 2 hingga 20 cm.

Selama ini terdapat anggapan sering makan biji jambu atau biji cabai atau lari setelah makan bisa menyebabkan radang usus buntu, namun mitos ini tidak terbukti benar. Peradangan yang terjadi diakibatkan adanya sumbatan pada usus yang buntu, bisa oleh karena apa saja misalnya feses yang keras (disebut fekolit), atau sumbatan lainnya.

Apendisitis (radang usus buntu) merupakan sebuah prosses peradangan yang terjadi pada lapisan dalam dari apendiks (usus buntu), yang menyebar hingga ke area disekitarnya. Peradangan pada daerah ini menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa dan dapat menyebabkan kematian jika terlambat mencari pertolongan.

Peradangan yang terjadi dapat pulih sendiri bila daya tahan tubuh penderita dalam kondisi baik. Hasil pemulihan peradangan di umbai cacing tersebut akan menimbulkan perlengketan ke jaringan di sekitarnya dan apabila daya tahan tubuh Anda sedang turun maka peradangan dapat terjadi lagi dan akan timbul gejala akibat dari peradangan dan perlengketan tersebut,

Gejala yang harus diwaspadai sebagai gejala dari usus buntu di antaranya adalah:

  1. Timbul demam
  2. Adanya nyeri perut yang diawali di daerah pusat kemudian akan berpindah ke daerah perut kanan bawah
  3. Timbul rasa mual, muntah, dan dapat terjadi peningkatan jumlah sel darah putih dari hasil pemeriksaan darah.

Akibat peradangan pada umbai cacing tersebut akan terjadi penumpukan nanah di dalamnya, dan apabila nanah tersebut tidak segera dikeluarkan dan peradangan terus terjadi, lama kelamaan dapat timbul lubang pada umbai cacing tersebut dan nanah yang terkumpul di dalamnya dapat menyebar ke seluruh rongga perut sehingga dapat menyebabkan infeksi di seluruh rongga perut yang disebut peritonitis. Keadaan yang disebut usus buntu akut ini harus menjalani operasi pembedahan untuk memotong usus buntu (appendektom) secara segera.

Lain halnya bila usus buntu yang terjadi berlangsung kronik (ada demam intermiten, nyeri perut kanan bawah hilang timbul, nyeri tidak terlalu berat, dari USG tidak ditemukan tanda-tanda peradangan di daerah usus buntu) maka mungkin saja belum perlu dilakukan operasi secara segera, melainkan didahului dengan pemberian antibiotik dan antinyeri. Adapun untuk membedakan kondisi akut dan kronik, maka diperlukan pemeriksaan secara langsung hingga pemeriksaan USG.

Sebaiknya Anda periksakan langsung kondisi Anda pada dokter umum atau dokter spesialis kandungan untuk kemudian dapat diperiksa adanya kemungkinan penyakit ke arah organ reproduksi, atau bahkan yang lainnya. Umumnya Anda akan menjalani pemeriksaan laboratorium darah dan pemeriksaan USG untuk memastikan apakah terdapat kelainan dari bentuk atau penyebab lainnya yang dapat menyebabkan keluhan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar