Sukses

Sering Biduran Setelah Melahirkan

31 Jul 2017, 07:06 WIB
Wanita, 41 tahun.

Halo dokter Saya seorang wanita dengan 2 anak ,semenjak melahirkan anak pertama saya sering mengalami biduran/kaligata .Awalnya saya pikir alergi keringat kotor karena perjalanan saat pulang bekerja,tetapi lama kelamaan sering terjadi walaupun saya tidak dalam keadaan berkeringat .Bahkan setelah mandipun dan kadang terbangun karena biduran. Mohon di bantu untuk di jelaskan kenapa hal tsb sering saya alami dan bagaimana pengobatannya?karena saya sering mengkonsumsi obat penghilang rasa gatal dan saya tidak ingin terlalu sering mengkonsumsi. Terimakasih

Terimakasih telah bertanya seputar urtikaria melalui fitur Tanya Dokter.

Yang Anda alami sepertinya merupakan urtikaria atau nama lainnya biduran/kaligata. Urtikaria merupakan gatal-gatal pada kulit yang berupa bentol menimbul dan kemerahan. Biasanya disertai pula dengan rasa nyeri atau panas pada bagian yang gatal. Apabila berlangsung lebih dari 6 minggu kondisi ini disebut dengan urtikaria kronik. Sedangkan bila berlangsung singkat kurang dari 6 minggu disebut dengan urtikaria akut.

Urtikaria akut terjadi akibat reaksi alergi terhadap makanan seperti yang telah Anda sebutkan, bisa juga terhadap kacang-kacangan atau produk susu seperti keju. Selain itu, bisa juga dipicu oleh faktor lingkungan seperti serbuk sari tanaman, tungau debu rumah atau zat kimia, alergi terhadap latex, infeksi, sengatan serangga, stres emosional, maupun tekanan fisik seperti pakaian yang terlalu ketat atau mengenakan ikat pinggang/jam tangan yang terlalu kencang, perubahan temperatur (terlalu panas atau terlalu dingin), olahraga, atau air.

Sedangkan urtikaria kronik biasanya terjadi karena sistem pertahanan tubuh menyerang tubuh sendiri, disebut juga dengan reaksi autoimun. Urtikaria kronik bisa muncul bersamaan dengan kondisi autoimun lain seperti artritis reumatoid atau lupus. Bisa juga berkaitan dengan infeksi kronik lainnya seperti hepatitis (sakit kuning), kecacingan, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme.

Urtikaria kronik cenderung hilang timbul. Pemicunya dapat berupa stres, alkohol, kafein, suhu hangat, dan tekanan lama pada kulit, dan sengatan serangga.

Pada kasus Anda, perlu dicari terlebih dulu apa saja pemicunya. Penanganan utama adalah dengan menghindari pemicu yang menyebabkan kekambuhan atau memperburuk kondisi yang ada.

Beberapa obat yang dapat membantu mengatasi gejala urtikaria di antaranya adalah:

  • Antihistamin - digunakan hingga gejala hilang.
  • Krim mentol - untuk meredakan gatal.
  • Tablet kortikosteroid - tidak dianjurkan untuk dikonsumsi jangka panjang.

Saran kami, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kulit untuk memastikan kondisinya. Pastikan Anda memperhatikan kapan dan apa yang memicu gatal-gatal tersebut kambuh. Apa yang memperburuk dan apa yang membuatnya membaik.

Obat-obatan yang telah disebutkan di atas sebaiknya digunakan atas saran dokter yang merawat karena akan digunakan dalam jangka panjang.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar urtikaria. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar