Sukses

Cegukan Pada Bayi

29 Jul 2017, 19:11 WIB
Wanita, 26 tahun.

selamat siang, dok saya memiliki bayi usia 30hari. saya ingin tanyakan, bayi saya setiap hari hampir 1-3 kali sehari mengalami cegukan dengan durasi kurang lebih 1-5menit per cegukannya. apakah hal itu wajar terjadi pada bayi dok ? dan dia mengalami nafas grok2 yg mungkin terjadi karena lendir yang masih tertahan di saluran nafasnya. bagaimana caranya utk membantunya mengeluarkan lendir yang mengganggu tsb dok ? terima kasih ;)

Terima kasih sudah bertanya tentang Cegukan Pada Bayi menggunakan fitur tanya dokter di Klikdokter.

Cegukan atau hiccup yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan nama singultus adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Cegukan umumnya akan menghilang dengan sendirinya, cegukan yang terjadi lebih dari 48 jam dan berlangsung terus menerut perlu dievaluasi lebih lanjut karena dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Setiap orang bisa mengalami cegukan, termasuk bayi. Cegukan pada orang dewasa seringkali terjadi karena makan terlalu cepat, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, kelebihan minuman beralkohol, atau gangguan keseimbangan elektrolit. Cegukan juga dapat terjadi karena gangguan medis lainnya.

Cegukan pada bayi merupakan hal yang normal dan tidak berbahaya. Pada bulan pertama kehidupan, bayi Anda akan cegukan dengan interval rutin, terutama setelah diberikan ASI. Cegukan terjadi akibat rangsangan dari diafragma, pada bayi, rangsangan tersebut dapat terjadi karena bayi bernapas, tertawa atau setelah minum ASI. Hal ini normal dan tidak berbahaya. Umumnya cegukan hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Untuk menghentikannya, Anda dapat mencoba memberikan ASI untuk bayi. Penghisapan konstan dan proses menelan akan membantu otot diafragma lebih relaks dan membantu menghentikan cegukan.

Jika cegukan berlangsung sangat lama dan tidak ada perubahan setelah diberi ASI, sebaiknya Anda mengkonsultasikan hal ini lebih lanjut dengan dokter anak Anda untuk dicari penyebabnya. 

Bunyi "grok" pada saluran nafas bayi menunjukkan adanya cairan atau lendir pada paru-paru bayi. Bunyi muncul karena produksi lendir meningkat sedangkan bayi belum bisa mengeluarkannya sendiri karena refleks batuknya belum bekerja dengan baik. Produksi lendir meningkat pada umumnya dialami oleh bayi yang memiliki bakat alergi dimana produksi meningkat karena terpapar oleh alergen. Penyebab lain adalah bayi mengalami infeksi virus influenza. Apabila napas yang berbunyi tersebut tidak disertai tanda infeksi seperti demam, tidak mengganggu aktivitas bayi sehari-hari, dan tidak menganggu proses menyusui, keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan. Ibu dapat mencoba memiringkan posisi tubuh anak ke kanan untuk mengurangi bunyi yang ada.

Jika bunyi "grok" pada bayi Anda yang semakin parah, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Jika ditemukan adanya infeksi, maka bayi Anda harus ditangani segera.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Cegukan Pada Bayi, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar