Sukses

Penyebab Nyeri Dada

28 Jul 2017, 15:49 WIB
Wanita, 31 tahun.

Dok knp y sy sering bngt sesak nasf dada skit ,tp sy tidk mmpunyi riwyat asma, dn stiap sy brobat psti sy d bilng asam lmbung y naik, tp ko dada sy yg skit smpai sulit nafas,

Terima kasih telah bertanya tentang penyebab sakit dada melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit jantung koroner sangatlah khas. Namun, pada beberapa kasus seperti penyumbatan pembuluh darah jantung di bagian bawah jantung (inferior) terkadang dapat pula menunjukan gejala yang mirip dengan maag. Gejala sakit jantung koroner juga terkadang tidak begitu khas pada orang usia lanjut yang menderita diabetes mellitus. Berikut akan kami jelaskan mengenai masing-masing gejala penyakit jantung koroner dan gejala gangguan lambung:

Nyeri Dada Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina.

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan obat jantung yang diletakkan dibawah lidah (nitrogliserin sublingual).

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG) untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami disebabkan karena penyakit jantung. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti :

Merokok, berapapun jumlahnya
Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
Hipertensi
Kadar kolesterol HDL yang rendah
Diabetes Mellitus
Usia lanjut
Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik
Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita).

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner yang disebabkan oleh penumpukan plak-plak lemak sehingga menyebabkan aliran darah dan nutrisi ke jantung berkurang. Pencegahan penyakit jantung koroner antara lain adalah perubahan gaya hidup yang meliputi:

Olahraga teratur, tidak perlu olahraga intensitas tinggi, oleharaga intensitas sedang 20 menit per hari seperti berjalan dan bersepeda
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kontrol tekanan darah Anda dengan obat yang diberikan dokter, selain itu hindari konsumsi garam berlebih. Konsumsi garam dibatasi 2 sendok teh per hari untuk orang dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung
Kontrol gula darah
Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan
Hindari konsumsi lemak berlebih seperti goreng-gorengan dan makanan bersantan
Hindari stress
Hindari rokok dan asap rokok.

Nyeri Dada Akibat Peningkatan Asam Lambung

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD
Berhenti merokok
Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD
Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas
Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut
Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD
Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obatan anti nyeri, steroid, anti kolinergik yang tidak sesuai dengan indikasi kesehatan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai sakit dada. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar