Sukses

Mimisan pada Anak

28 Jul 2017, 09:21 WIB
Pria, 37 tahun.

Dear dokter, Anak kedua saya saat ini berusia 13 tahun dan duduk di bangku SMP. Sejak balita anak saya tersebut sering sekali mimisan. Pada usia 9-12 tahun frekuensi mimisan berkurang, dari yang hampir setiap hari menjadi 3-6 bulan sekali. Tapi akhir-akhir ini frekuensinya kembali ke "hampir setiap hari". Di mulai sejak bulan puasa lalu. Memang belakangan ini kegiatannya sedang banyak (baru masuk SMP dan ikut klub basket). Apa kiranya penyebab mimisan tersebut? Apakah ada suplemen atau vitamin yang bisa mengurangi mimisannya? Terima kasih. - Hanny -

Terima kasih telah bertanya mengenai mimisan pada anak menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Mimisan atau epistaksis adalah perdarahan hidung bagian dalam karena pecahnya pembuluh darah. Epistaksis terbagi 2 yaitu Epistaksis Anterior berasal dari bagian depan hidung dengan asal perdarahan dari pleksus kiesselbach (kumpulan pembuluh darah). Epistaksis Posterior umumnya berasal dari rongga hidung posterior dengan asal perdarahan dari cabang pembuluh darah arteri sfenopalatina.

Anak-anak biasanya mengalami epistaksis anterior. Umumnya epistaksis anak ini terjadi karena mukosa hidung yang rapuh (karena infeksi saluran napas atas, pengeringan mukosa, penggunaan steroid inhalasi melalui hidung) atau didahului dengan trauma minor yaitu anak mengorek hidung, menggaruk, bersin, batuk atau mengedan. Mungkin juga ada penyebab lain seperti polip hidung, kelainan darah, tumor, ataupun benda asing di hidung.

Mimisan seringkali terjadi spontan tanpa dapat ditelusuri sebabnya. Keluhan ini sering ditemukan apabila terlalu letih atau lama terkena sinar matahari, dan biasanya dapat berhenti sendiri. Hal ini terjadi karena masih rapuhnya pembuluh darah yang sering menjadi sumber perdarahan pada anak-anak

Penyembuhannya akan tergantung penyebabnya. Apabila mimisan hanya terjadi ketika terdapat faktor pencetus seperti panas matahari, kelelahan, ISPA, dll, maka cobalah untuk menghindari pencetus tersebut. Mimisan pada anak-anak umumnya tidak berbahaya.

Yang dapat dilakukan saat menghadapi anak mimisan adalah:

Memintanya untuk duduk atau berbaring dengan kepala diganjal bantal. Jangan membuatnya mendengakkan kepala ke atas karena dapat menyebabkan gumpalan darah pada saluran napas akibat darah tidak dapat keluar.
Ambil kassa secukupnya, gulung kemudian masukkan ke dalam lubang hidung anak yang mimisan, diamkan selama 15-30 menit hingga darah berhenti.

Bila setelah 30 menit darah tetap tidak berhenti, segera bawa anak tersebut berobat ke dokter. Pertama-tama dokter akan menggunakan tampon yang telah ditetesi adrenalin 1/10.000 dan/atau lidokain 2%. Mimisan yang tidak berhenti setelah di tampon selama paling tidak 30 menit, harus dipikirkan kemungkinan penyebab lain seperti benda asing, infeksi, tumor, kelainan sistemik, dsb. Keadaan ini juga memerlukan penanganan khusus pada sumber perdarahannya. Semoga dapat dipahami dengan baik.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai mimisan pada anak, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar