Sukses

Diare Anak

27 Jul 2017, 17:55 WIB
Wanita, 34 tahun.

Malam dokter, Saya punya anak perempuan usia 1 thun 8 bulan. Kemarin BAB 3 kali n hari ini 4 kali. Dari BAB terlihat masih ada bitiran makanan yang tidak bsa di cerna. Tekstur BAB hingga yangvterakhir tidak encer, namun yangvterakhir hari ini encer. Apakah anak saya diare? Apakah saya harus menurunkan tekstur makanan lagi? Jumlah BAK sepertinya agak kurang. Namun aktifitas anak saya masih normal.

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah bertanya seputar  melalui fitur Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Bagaimana dengan asupan minumnya, apakah cukup ?

Bagaimana dengan asupan makannya, pakah baik ?

Apakah ada keluhan lain seperti demam, mual, muntah ?

Penyebab feses yang tidak sepenuhnya tercerna dengan baik, antara lain:

  • Tidak mengunyah makanan yang dikonsumsi dengan sempurna, sehingga makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan masih berbentuk kasar.
  • Makanan lewat dengan cepat di dalam saluran pencernaan, sehingga tidak sempat untuk dicerna dan diubah menjadi bentuk halus. Salah satu penyebabnya adalah karena infeksi bakteri di saluran pencernaan.
  • Konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayuran hijau, jagung dan kacang yang biasanya tidak tercerna dengan baik di saluran pencernaan. Hal ini disebabkan karena enzim yang ada di saluran pencernaan tidak mencerna dengan baik.


Bagaimana cara mengatasi jika kita mengalami kejadian di atas:

- Perbanyak asupan air putih
- Konsumsi makanan tinggi probiotik, seperti yoghurt
- Makan secara perlahan
- Kunyah makanan hingga makanan menjadi halus 

Diare Anak

Pada anak Anda, perlu diperhatikan apakah apabila BAB dengan konsistensi cair berlanjut, maka anak Anda mengakami diare. Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir. Biasanya dengan adanya lendir itu sudah ada infeksi dari parasit (disentri). 

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam.

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare. Yang diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun. Obat lain yang digunakan untuk mengatasi diare pada anak menurut WHO adalah zink. Dosis zink disesuaikan dengan usia.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus. Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan, segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah ke dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar