Sukses

Dampak Negatif Tidak Cabut Kuku

27 Jul 2017, 00:05 WIB
Pria, 18 tahun.

assalamualaikum. Permisi Dokter. ini tadi saya habis ke puskesmas buat periksa kuku saya yg rusak. setelah masuk ke ruangan periksa, saya langsung diarahkan ke ruang UGD. dan dokter yg ada di ruang UGD tsb bilang untuk melakukan tindakan cabut kuku Dokter. menurut Dokter, kalau tidak dicabut, apakah bisa berdampak negatif ?

Terima kasih telah bertanya seputar cabut kuku melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Untuk mengetahui apakah tindakan cabut kuku harus atau tidak, perlu diketahui apa penyebabnya dan bagaimana keluhan kuku Anda sebelumnya. 

Karena kurangnya informasi yang Anda berikan, kami tidak dapat menjawab secara pasti pertanyaan Anda mengenai dampak negatif kuku yang tidak dicabut.

Biasanya kuku disarankan untuk dicabut bila terjadi cantengan. Sebelumnya ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai cantengan. Cantengan atau paronikia adalah infeksi pada kuku dan sekitarnya. Kondisi ini tidak mudah disembuhkan. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah:

  • Merendam kuku dalam air hangat 3-4 kali sehari selama 5-10 menit, sampai gejala menghilang. Jangan lupa untuk mengeringkan kuku setelah merendamnya.
  • Memastikan agar daerah kuku dan sekitarnya selalu kering dan bersih.
  • Jangan menggunakan produk-produk yang dapat mengiritasi (sabun dengan parfum, cat kuku, pembersih cat kuku).
  • Hindari terjadinya trauma (tersandung batu/meja).
  • Hindari manipulasi pada daerah kuku dan sekitarnya (manikur, menggunting sendiri daerah yang infeksi).

Ekstraksi kuku/pengangkatan kuku yang rusak dan terinfeksi serta pengeluaran nanah mungkin diperlukan jika infeksi yang terjadi cukup parah. Tindakan ini diperlukan agar infeksi tidak semakin meluas dan menyebar. Jika kuku Anda diangkat maka kuku biasanya akan tumbuh kembali dalam kurun waktu 6 bulan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai cabut kuku. Semoga bermanfaat. Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar