Sukses

Ingin Melukai Diri Sendiri

26 Jul 2017, 01:14 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok saya mau tanya. Ketika disaat saya merasa lelah, ada masalah baik sama keluarga atau orang terdekat saya kenapa diotak saya pikiran nya untuk menyakiti atau melukai diri sendiri?? Apakah saya terkena gangguan mental dok? Sebelumsebelumnya dipikiran saya tidak pernah terlintas untuk kesitu atau menyakiti diri sendiri. Hanya saja barubaru ini saja saya merasakan ingin melakukan itu agar apa yang saya bisa meluapkan amarah saya. Terimakasih dok. Mohon respon dan bantuanya.

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Secara medis kondisi ingin melukai diri sendiri merupakan tanda dari depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)

Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.
Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.
Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.
Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.
Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )
Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari
Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak tepat.
Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.
Pikiran akan kematian yang berulang.
Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat
Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.
Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Kami menyarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri. Sementara itu, cobalah untuk menceritakan masalah kepada teman dekat dan dekatkan diri dengan Tuhan dengan perbanyak doa. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar