Sukses

Diare Anak

25 Jul 2017, 17:55 WIB
Wanita, 26 tahun.

Selamat siang dok, saya mau menanyakan saya punya anak umur 2,8 tahun. Uda 1 mnggu ini sering BAB shari bs 4-5 kali tp tinja nya gak cair cuma lembek dan tidak sakit perut dan demam cuma hanya setelah dia makan atau myusu pasti BAB. Itu penyebab nya apa yaa dok?? Di hari pertama dia sering BAB tinjanya agak sedikit cair dan di sertai lendir merah seperti darah tp skrg gak ada lg lendir darah nya dan tinjanya udah agak sedikit kental. Nafsu makan nya baik gak ada gangguan, cm Stelah makan lgs BAB. Mnurut dokter anak saya kenapa??

Terima kasih sudah bertanya menggunakan fitur tanya dokter di Klikdokter.
Kami mohon maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan anda.

Sudah berapa lamakah anak anda BAB mencret? dalam 1 hari ada berapa kali anak anda mencret? Apakah sekarang ada demam? apakah ada keluhan mual, muntah? sulit makan? atau sulit minum? Apakah ada darah? Warna apakah mencret anak anda? Apakah masih ada ampas atau hanya air saja?

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam.

 

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare.Yang diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak.Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun.

 

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus. Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan, segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency. Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum segera bawalah ke dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar