Sukses

Keputihan Merupakan Tanda Kanker Rahim?

25 Jul 2017, 01:00 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok saya mau bertanya, saya keputihan gak sembuh sembuh bahkan berubah warna putih pekat, kuning, dan kadang berbau. Apakah itu bertanda penyakit kanker rahim?

Terima kasih telah bertanya seputar keputihan kuning pekat berbau melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis.

Pada saat tertentu, memang terjadi peningkatan jumlah cairan secara fisiologis, namun hal itu bukan merupakan suatu tanda adanya penyakit. Jumlah cairan vagina meningkat dalam kondisi peningkatan jumlah hormon pada sekitar masa haid atau saat hamil, rangsang seksual, stres atau kelelahan, penggunaan obat-obatan atau alat kontrasepsi.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Sementara keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, alergi, dan penyakit lainnya.

Infeksi parasit atau Trichomonas vaginalis dapat menyebabkan keputihan yang sangat banyak, berbau, kuning-keabuan, berbusa, keluar seperti nanah, dan gatal. Kemungkinan lain infeksi pada vagina adalah vaginosis bakteri, dan candidiasis vulvovaginal. Vaginosis bakteria biasanya menimbulkan bau yang amis terutama setelah hubungan intim, keputihan yang tipis, keabu-abuan, tidak gatal. Sedangkan infeksi jamur pada vagina atau vulvovagina candidiasis menimbulkan keputihan yang tebal, putih seperti cottage cheese atau susu, disertai dengan nyeri dan gatal, dan tidak berbau.

Gejala dan keluhan yang berkaitan dengan kanker serviks umumnya muncul bila telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut antara lain:

Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah.

  • Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  • Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  • Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  • Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  • Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).
  • Nyeri di daerah panggul.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Penting untuk melakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Kapankah pap smear terakhir Anda? Secara umum, Pap smear dapat dilakukan 1 tahun sekali sebagai tindakan skrining atau Anda juga dapat mempertimbangkan vaksin HPV untuk perlindungan.

Tentunya pemeriksaan harus dilakukan secara langsung agar dapat diberikan terapi yang tepat.

Sebaiknya untuk memastikan penyebab kondisi Anda, konsultasikan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin untuk dilakukan wawancara medis lebih lengkap, pemeriksaan fisik, dan bila perlu pemeriksaan penunjang seperti pengecekan keputihan secara mikroskopis.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai keputihan kuning pekat berbau. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar