Sukses

Pertanyaan Seputar Kista Bartholin

24 Jul 2017, 12:48 WIB
Wanita, 34 tahun.

Sekarang saya sedang hamil anak ketiga, usia kandungan 26 minggu. Pada kehamilan kedua ada kista bartholin, jadi pada saat lahiran dokter menyarankan untuk sc. Setelah melahirkan ternyata kista bartholin saya hilang. Pada kehamilan ketiga ini kista bartholin saya muncul lagi, waktu itu mau diangkat kistanya tapi tidak jadi, karena kata dokternya takut beresiko. Sekarang kista itu masih ada, ditambah adanya bisul jg di sekitar miss v saya. Bisulnya kecil seperti telor cicak. Adakah solusi terbaik buat saya. Terima kasih

Terimakasih telah bertanya mengenai kista Bartholin menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kelenjar Bartholin merupakan 2 organ kecil di bawah kulit kelamin wanita. Kedua kelenjar ini terletak pada kedua sisi lipatan kulit kelamin (labia) yang mengelilingi vagina dan uretra. Umumnya, Anda tidak dapat meraba atau melihat kedua kelenjar ini.

Kelenjar Bartholin berfungsi memproduksi cairan yang melembapkan kelamin luar (vulva). Cairan ini keluar melalui 2 saluran yang terdapat di dekat mulut vagina.

Apabila saluran kelenjar Bartholin tersumbat, cairan akan menumpuk di dalam kelenjar. Kondisi ini disebut dengan kista kelenjar Bartholin. Ukuran kista ini bervariasi dari sebesar kacang hijau hingga sebesar kelereng dan biasanya membesar secara perlahan. Bila saluran atau kelenjar Bartholin terinfeksi, kondisi ini disebut dengan abses kelenjar Bartholin.

Kista kelenjar Bartholin umumnya kecil dan tidak nyeri, seringkali menghilang tanpa terapi apapun. Namun, bila Anda merasakan gejala tertentu dan bila kista terinfeksi, diperlukan terapi.

Saluran kelenjar Bartholin dapat tersumbat bila ada infeksi, lendir yang kental atau pembengkakan, sehingga terjadi kista. Kista ini bisa membesar mendekati waktu haid atau setelah berhubungan seksual.

Bila kista Bartholin berukuran kecil, umumnya tidak bergejala. Namun, kista yang makin besar atau yang terinfeksi (abses) memiliki gejala.

Gejala kista yang tidak terinfeksi yaitu:

Benjolan tanpa nyeri di area vulva
Kemerahan atau bengkak di area vulva
Rasa tidak nyaman/mengganjal ketika berjalan, duduk atau berhubungan seks
Gejala kista yang terinfeksi yaitu:

Nyeri yang semakin memburuk sehingga membuat kesulitan berjalan, duduk atau bergerak
Demam dan menggigil
Area vulva membengkak
Keluar cairan/nanah dari kista
Kista yang tidak terinfeksi dapat menghilang sendiri tanpa pengobatan. Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda dapat mengkonsumsi ibuprofen atau antinyeri lainnya. Untuk mempercepat penyembuhan, rendam area sekitar benjolan dengan air hangat.

Bila kista terinfeksi, kista tersebut dapat pecah dan akan menyembuh dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Namun, bila kista sangat nyeri, sebaiknya dilakukan pembersihan oleh dokter. Antibiotik juga diperlukan untuk mengobati infeksi.

Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dievaluasi penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai kista Bartholin, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar